Antrean BBM Subsidi Mengular di Konawe, Muncul Dugaan Permainan Barcode dan Pengisian Berulang

  • Share
Antrean di salah satu SPBU di Kabupaten Konawe

Make Image responsive

Antrean BBM Subsidi Mengular di Konawe, Muncul Dugaan Permainan Barcode dan Pengisian Berulang

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite kembali menghantam Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU sejak pagi, sementara di tengah kondisi tersebut muncul dugaan praktik permainan barcode yang diduga membuat sebagian kendaraan dapat mengisi BBM subsidi lebih dari satu kali dalam sehari.

Berdasarkan pantauan awak media pada Kamis (6/8/2026), antrean panjang terjadi di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yakni SPBU Unaaha, SPBU Lalosabila, dan SPBU Lambangi.

Antrean didominasi kendaraan roda empat dan sepeda motor yang menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite.

Di tengah panjangnya antrean, muncul dugaan adanya praktik permainan barcode yang melibatkan oknum petugas SPBU dan sejumlah pembeli.

Dugaan itu mencuat setelah ditemukan kendaraan roda empat yang diduga dapat melakukan pengisian BBM subsidi lebih dari satu kali dalam sehari.

Tak hanya itu, sepeda motor jenis Thunder juga disebut-sebut dapat berulang kali mengisi Pertalite menggunakan barcode berbeda, sehingga diduga mengurangi kuota BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Sejumlah warga mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka menilai lemahnya pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi membuka celah terjadinya penyalahgunaan, yang pada akhirnya memicu kelangkaan di tingkat masyarakat.

Akibat sulit memperoleh BBM di SPBU, sebagian masyarakat terpaksa membeli Pertalite dari pengecer dengan harga jauh lebih mahal. Di sejumlah titik di Kabupaten Konawe, harga Pertalite eceran dilaporkan mencapai Rp15 ribu per liter, bahkan di beberapa lokasi dijual dengan harga lebih tinggi.

Kondisi tersebut tidak hanya membebani pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berdampak terhadap pelaku usaha kecil dan masyarakat yang bergantung pada BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Kades di Buton Ditangkap di Batam

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, Pertamina, dan Pemerintah Kabupaten Konawe segera melakukan inspeksi serta audit terhadap sistem distribusi BBM subsidi di seluruh SPBU.

Dugaan penyalahgunaan barcode diminta diusut secara tuntas agar penyaluran BBM subsidi kembali tepat sasaran dan kelangkaan yang terus berulang dapat segera diatasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun Pertamina terkait dugaan permainan barcode tersebut. Dugaan itu masih memerlukan penyelidikan dan pembuktian oleh pihak berwenang.

Sementara itu, Kapolres Konawe, AKBP Edi Raharjono, menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi.

“Jika ditemukan, polisi tidak akan segan-segan mengambil langkah tindakan tegas baik terhadap pihak SPBU maupun pengendara yang menggunakan tangki rakitan,” tegas Edi, Rabu (5/8/2026).

AKBP Edi menambahkan, Polres Konawe telah menyiagakan personel di sejumlah SPBU untuk melakukan pengawasan rutin, mengurai antrean kendaraan, serta memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tidak disalahgunakan..

Laporan: FN
Editor: Sukardi Muhtar

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share