Kepala SPPG Akui Kelalaian SOP, Polemik Dugaan Keracunan MBG di Kendari Terungkap

  • Share
Ketgam: Kepala SPPG Watubangga, Kota Kendari, Sabdi Rasyid, saat menghadiri RDP di DPRD Kota Kendari.

Make Image responsive

Kepala SPPG Akui Kelalaian SOP, Polemik Dugaan Keracunan MBG di Kendari Terungkap

SUARASULTRA.COM | KENDARI – Polemik dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mulai menemui titik terang.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Kendari, Selasa (22/9/2026), Kepala SPPG Watubangga, Sabdi Rasyid, mengakui adanya kelalaian dalam penerapan dan pengawasan standar operasional prosedur (SOP), khususnya pada proses penerimaan bahan baku ikan.

RDP tersebut dihadiri Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Kantor SPPG Kendari, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pengakuan tersebut berkaitan dengan dugaan keracunan yang dialami 57 siswa MTs dan MA Al-Askar Kendari setelah mengonsumsi menu MBG pada Jumat (18/9/2026).

Dalam forum tersebut, Sabdi memaparkan proses penerimaan ikan yang kemudian digunakan sebagai salah satu bahan menu MBG yang dikonsumsi para siswa.

Menurut Sabdi, ikan yang tiba dalam wadah gabus selanjutnya dipindahkan ke wadah berbahan stainless steel sebelum diberi es batu.

“Memang ada kelalaian pada saat penerimaan bahan baku. Dari gabus kami pindahkan ke wadah stainless steel, kemudian hanya dibaluri es batu,” terang Sabdi dalam RDP.

Sabdi menjelaskan, proses penanganan ikan tersebut berlangsung sejak pukul 16.30 hingga 21.50 WITA. Dalam rentang waktu itu, ikan dipotong, dimarinasi, kemudian disimpan di dalam freezer.

Dia mengakui proses penanganan tersebut tidak sepenuhnya mengikuti SOP yang seharusnya diterapkan dalam penerimaan dan pengolahan bahan baku makanan.

Sabdi juga menyatakan bertanggung jawab atas kelalaian tersebut, termasuk terkait pengawasan penerapan SOP di SPPG Watubangga.

“Kelalaian saya di situ selaku kepala SPPG karena tidak menerapkan dan tidak mengawasi SOP, khususnya pada proses penerimaan bahan baku ikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Hilang Dua Hari, Kakek 73 Tahun di Konawe Ditemukan Selamat di Tepi Sungai Konaweeha

Pasca kejadian tersebut, operasional SPPG Watubangga dihentikan sementara oleh BGN.

Sebelumnya, salah satu bahan makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala pada siswa adalah olahan ikan tuna yang diterima pihak SPPG pada Kamis (17/9/2026). Ikan tersebut kemudian diolah menjadi salah satu menu MBG.

Persoalan mulai terdeteksi ketika penanggung jawab SD Negeri 92 Kendari menemukan adanya gejala gatal pada bagian bibir saat melakukan tes organoleptik atau pemeriksaan makanan menggunakan indra.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak SPPG. Kepala SPPG Watubangga menginstruksikan agar paket MBG untuk sekolah tersebut tidak dibagikan. Seluruh pasokan Tahap 4 juga diperintahkan untuk ditarik.

Namun, paket makanan yang telah tiba di kompleks Madrasah Al-Askar terlanjur dikonsumsi oleh para siswa.

Sekitar pukul 14.30 WITA, pihak MTs dan MA Al-Askar kemudian melaporkan sejumlah siswa mengalami mual dan pusing setelah menyantap menu MBG yang terdiri atas nasi putih, tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng.

Petugas SPPG bersama tim medis kemudian menjemput siswa yang mengalami gejala untuk mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lepo-Lepo.

Laporan: Kardi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share