27 Anggota Ekspedisi Latoma–Routa Tiba dengan Selamat, Bupati Konawe Siapkan Ekspedisi Lanjutan

  • Share
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST saat memberikan sambutan.

Make Image responsive

27 Anggota Ekspedisi Latoma–Routa Tiba dengan Selamat, Bupati Konawe Siapkan Ekspedisi Lanjutan

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Sebanyak 27 anggota Tim Ekspedisi Latoma–Routa tiba dengan selamat di Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Konawe, Sabtu (7/11/2026), setelah menuntaskan perjalanan menembus kawasan perbatasan Kecamatan Latoma dan Routa selama 14 hari.

Kedatangan tim yang dipimpin Edi Lamambo di bawah komando Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, S.E., M.M., disambut langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., bersama jajaran pemerintah daerah.

Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, mengatakan ekspedisi tersebut merupakan langkah awal dalam upaya membuka akses jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Latoma dengan Kecamatan Routa.

Menurutnya, hasil penelusuran tim menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah untuk menindaklanjuti rencana pembangunan akses jalan tersebut.

Salah satu langkah yang perlu segera dilakukan adalah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan, mengingat jalur yang direncanakan melintasi kawasan yang memerlukan koordinasi dan perizinan terkait.

“Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah daerah harus segera berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan agar rencana pembukaan akses jalan bisa dilakukan,” ujarnya.

Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si saat memberikan sambutan.

Syamsul juga berharap pembukaan jalur Latoma–Routa nantinya tidak hanya mempermudah konektivitas antarwilayah, tetapi turut membuka peluang pengembangan destinasi wisata baru di Kabupaten Konawe.

Sementara itu, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan seluruh anggota tim menyelesaikan perjalanan ekspedisi dan kembali dalam keadaan selamat.

Yusran menegaskan, ekspedisi tersebut tidak sekadar bertujuan menelusuri jalur alternatif untuk membuka akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggali potensi sejarah, kebudayaan, dan pariwisata di wilayah yang dilalui.

Bupati meminta seluruh hasil penelusuran, termasuk informasi mengenai kondisi geografis, kontur wilayah, jarak tempuh, serta temuan situs-situs bersejarah dan peninggalan budaya, agar didokumentasikan secara sistematis.

Baca Juga:  PT AKP Buka Sayembara Rp100 Juta Usut Pencurian Mesin Speed Boat di Jetty Konut

“Saya ingin semua hasil ekspedisi ini ditulis dan didokumentasikan. Jangan berhenti sampai di sini, karena ekspedisi ini bukan hanya mencari jalur untuk pembangunan jalan, tetapi juga merupakan ekspedisi kebudayaan,” tegasnya.

Ketua Tim Ekspedisi, Edi Lamambo saat memberikan laporan.

Yusran mengungkapkan, selama perjalanan tim memperoleh sejumlah informasi mengenai cerita rakyat dan peninggalan sejarah yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Bahkan, tim juga menemukan beberapa lokasi yang diduga memiliki nilai sejarah dan kebudayaan, seperti makam leluhur.

Menurutnya, informasi tersebut merupakan kekayaan daerah yang perlu ditelusuri lebih lanjut melalui kajian dan pendokumentasian, sehingga dapat menjadi bagian dari catatan sejarah dan peradaban masyarakat Konawe.

Selain potensi sejarah dan budaya, Bupati juga menyoroti keberadaan sejumlah objek alam, termasuk danau yang ditemukan atau dilalui tim ekspedisi. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata baru apabila dikelola dengan baik.

“Kebudayaan dan pariwisata merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Temuan-temuan selama ekspedisi ini harus kita eksplorasi lebih lanjut agar dapat memberikan manfaat bagi daerah,” ungkapnya.

Yusran selanjutnya meminta Wakil Bupati bersama tim ekspedisi dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengoordinasikan pengumpulan serta pengolahan seluruh data hasil perjalanan.

Pemerintah daerah juga akan menindaklanjuti hasil ekspedisi melalui kerja sama dengan Dinas Kehutanan dan instansi Pekerjaan Umum guna mengkaji kemungkinan pembukaan jalur alternatif menuju Routa.

Di akhir sambutannya, Bupati kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh 27 anggota tim ekspedisi beserta pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah berencana mempersiapkan ekspedisi lanjutan pada tahun 2027 untuk menggali lebih jauh potensi wilayah, baik dari sisi konektivitas, sejarah, kebudayaan, maupun pariwisata.

Keberhasilan ekspedisi ini diharapkan menjadi titik awal bagi terbukanya akses wilayah Latoma–Routa sekaligus memperkaya inventarisasi sejarah dan potensi wisata Kabupaten Konawe.

Baca Juga:  Jembatan Pondidaha–Sabulakoa Segera Dibangun, Ketua DPRD Konawe: Warga Tak Lagi Bertaruh Nyawa Menyeberang Sungai

Laporan: Kardi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share