
Rutan Unaaha Teguhkan Integritas, Jajaran Tandatangani Komitmen Zero HALINAR
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha mempertegas komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba atau yang dikenal dengan istilah Zero HALINAR.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan pakta integritas oleh jajaran Rutan Kelas IIB Unaaha sebagai langkah memperkuat kedisiplinan petugas, meningkatkan pengawasan internal, serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha, Nurhadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa penerapan Zero HALINAR merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai aturan dan prinsip integritas.
“Saya ingin seluruh jajaran memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama dalam menjaga nama baik institusi. Integritas harus menjadi prinsip yang dipegang teguh, bukan hanya saat menjalankan tugas, tetapi juga dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Nurhadi.
Menurutnya, penandatanganan komitmen ini tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan melalui perilaku kerja yang disiplin, profesional, dan konsisten dalam mematuhi ketentuan yang berlaku.
Melalui komitmen tersebut, seluruh jajaran diharapkan semakin memperkuat kepatuhan terhadap aturan serta mengoptimalkan pengawasan guna mencegah berbagai bentuk pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Kelas IIB Unaaha, Muh. Ariq Triyanto, menekankan pentingnya kesiapsiagaan petugas dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam rutan.
Ia menyampaikan bahwa upaya pencegahan akan terus dilakukan melalui peningkatan kontrol di blok hunian, pemeriksaan yang lebih teliti, serta penanganan setiap indikasi pelanggaran sesuai prosedur yang berlaku.
“Dari sisi pengamanan, kami akan terus mengoptimalkan kontrol terhadap blok hunian, meningkatkan ketelitian dalam pelaksanaan pemeriksaan, serta menindaklanjuti setiap indikasi pelanggaran berdasarkan prosedur yang berlaku. Langkah ini penting agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” kata Muh. Ariq Triyanto.
Penerapan Zero HALINAR membutuhkan konsistensi dan keterlibatan seluruh petugas, baik dalam pelaksanaan pengamanan maupun pelayanan sehari-hari. Pengawasan yang terarah dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi faktor penting untuk mencegah masuknya barang terlarang, praktik pungutan liar, serta penyalahgunaan narkoba.
Dengan adanya komitmen ini, Rutan Kelas IIB Unaaha diharapkan mampu terus membangun budaya kerja yang bersih, aman, dan bertanggung jawab. Seluruh jajaran juga diharapkan menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas demi mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang profesional dan terpercaya.
Laporan: Kardi






















