
BLK Konawe Mulai Beroperasi 2027, Pemda Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Industri
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe terus mematangkan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang terampil dan siap pakai sesuai kebutuhan dunia industri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan Balai Latihan Kerja (BLK) Konawe pada 2027 mendatang.
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., menegaskan bahwa keberadaan BLK menjadi bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil seiring meningkatnya investasi dan perkembangan industri di Kabupaten Konawe.
“Sebagai kepala daerah, saya berpikir lebih kepada hulunya. Bagaimana kita mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai untuk menjawab kebutuhan industri dan perusahaan,” tegas Yusran, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya berfokus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Konawe mulai menjalin kerja sama dengan BPPP Provinsi dalam penyelenggaraan berbagai program pelatihan di sejumlah sektor. Ke depan, BLK Konawe diharapkan menjadi pusat peningkatan keterampilan (upskilling) dan pengembangan keterampilan baru (reskilling) bagi tenaga kerja lokal.
Dukungan terhadap pengembangan BLK Konawe juga datang dari dunia industri. PT Obsidian Stainless Steel (OSS) telah memberikan hibah berupa sejumlah peralatan untuk menunjang kegiatan pelatihan, mulai dari satu unit loader, genset berkapasitas 100 kVA, hingga peralatan teknis seperti mesin las listrik dan TIG, bor hidrolik, mesin bubut, serta alat ukur presisi.
Bupati Yusran menilai dukungan tersebut merupakan langkah penting untuk mendekatkan pelatihan vokasi dengan kebutuhan nyata dunia industri.

“Ini bukan bantuan biasa. Ini adalah bridge atau jembatan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan riil industri,” ujarnya.
Selain keterampilan teknis, peserta pelatihan BLK Konawe juga akan dibekali pengetahuan dan kemampuan di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Pembekalan ini dinilai penting agar tenaga kerja lokal memiliki kesiapan dan standar kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun di luar daerah.
Pemkab Konawe menargetkan kuota pelatihan pada 2027 mencapai ratusan peserta. Program tersebut akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor yang terus berkembang.
Yusran juga menyoroti pentingnya ketersediaan tenaga profesional di bidang konstruksi, khususnya pekerjaan perpipaan (plumbing), sanitasi, dan instalasi listrik. Menurutnya, pekerjaan yang tidak ditangani secara profesional dapat menimbulkan kerusakan bangunan dan kerugian besar.

Karena itu, melalui BLK Konawe, pemerintah daerah akan mendorong pelatihan bagi tukang batu, tukang kayu, serta teknisi listrik agar memiliki keterampilan dan standar kerja yang lebih baik.
Seiring berkembangnya kawasan industri, pertambangan, serta aktivitas ekonomi lainnya di Konawe, kebutuhan tenaga kerja di bidang pengemudi dan operator alat berat juga semakin terbuka.
Peluang tersebut dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi masyarakat lokal agar mampu bersaing dan terserap di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.
“Ini adalah komitmen kami bersama pemerintah dan pihak swasta untuk terus mempersiapkan tenaga kerja di Kabupaten Konawe,” tegasnya.
Bupati Yusran turut mencontohkan pekerja yang berhasil mengembangkan kompetensinya melalui pelatihan bahasa Mandarin dan pengalaman kerja di perusahaan multinasional. Bahkan, sejumlah pekerja tersebut memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui dukungan perusahaan tempat mereka bekerja.
Menurutnya, peningkatan keterampilan dan kompetensi harus menjadi modal utama bagi generasi muda Konawe untuk meraih peluang kerja yang lebih luas.
Ia pun mengajak seluruh generasi muda di Kabupaten Konawe untuk memanfaatkan kehadiran BLK sebagai sarana meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
“Silakan kawan-kawan, adik-adik, kalau mau meningkatkan skill atau keterampilan, nanti daftar di BLK Kabupaten Konawe,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Konawe, Ilham Jaya, S.T., mengungkapkan bahwa puluhan perusahaan yang berinvestasi di Konawe membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai.
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari perbankan, pertambangan, pembiayaan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beberapa di antaranya adalah PT SCM di Kecamatan Routa, PT VDNI dan PT OSS di Kecamatan Morosi, serta sejumlah perusahaan perbankan di Unaaha.
Dengan pengoperasian BLK dan penguatan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, serta pihak swasta, Pemkab Konawe berharap penyerapan tenaga kerja lokal semakin meningkat.
Upaya ini sekaligus diharapkan mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia daerah dalam menghadapi kebutuhan industri dan perkembangan investasi di Kabupaten Konawe.
Laporan: Kardi






















