Home / Lipsus / Advetorial / Investasi 56 Triliun, Pemda Konawe Dorong Pembangunan Mega Industri Ramah Lingkungan di Routa
Make Image responsive
Make Image responsive

Investasi 56 Triliun, Pemda Konawe Dorong Pembangunan Mega Industri Ramah Lingkungan di Routa

Make Image responsiveMake Image responsive

Sekda Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH saat menerima kunjungan dari salah satu Direktur Perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Routa, Rabu 11 Mei 2022.

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Pembangunan kawasan mega industri di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah berjalan. Proyek tersebut pun telah menyerap tenaga kerja lokal sekitar 2000 orang.

Sedikit bocoran, dalam pembangunan mega industri ini, ada sejumlah inovasi yang membuatnya berbeda dengan pabrik lainnya yang ada di Indonesia saat ini. Hal itu diungkapkan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr. Ferdinan Sapan, SP, MH saat ditemui awak media ini, Selasa 10 Mei 2022.

Ferdy sapaan akrab Sekda Konawe mengungkapkan, kawasan industri Routa akan berbeda dari yang ada di Morosi bahkan daerah lainnnya. Salah satunya yang menjadi pembeda adalah pembangkit listrik yang digunakan.

Rencananya kata Ferdy, pembangkit listrik di sana nantinya bakal menggunakan panel surya atau pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pemkab Konawe sendiri telah memberikan rekomendasi izin untuk 500 hektar (Ha) untuk dijadikan tempat PLTS.

Sekda Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH saat menerima Cendera mata dari salah satu Direktur Perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Routa

“Untuk izin lanjutannya pihak perusahaan akan mengurus izin di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan instansi terkait lainnya,” jelas Ferdy.

Menurut Ferdy, jika hal itu nantinya terealisasi, dirinya pun tidak bisa membayangkan bagaimana PLTS yang berdiri di atas lahan seluas 500 Ha.

Masih kata Ferdy, selama ini banyak pabrik besar yang masih menggunakan batu bara atau mesin diesel untuk beroperasi. Tetapi untuk mega industri di Routa itu berbeda.

Ferdy pun menyebut, hadirnya kawasan industri dengan konsep PLTS tersebut akan sangat ramah lingkungan. Selain dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dampak pencemaran lingkungan dari karbon dioksida juga dapat diminimalisir.

Sekda Konawe (ketiga dari kanan) saat berkunjung di Wilayah Mega Industri Routa

“Pembangkitnya ini menggunakan energi terbarukan. Jadi lebih ramah lingkungan,”katanya.

Jenderal Aparatur Sipil Negara (ASN) di Konawe ini berharap, luasnya lahan yang dipakai untuk PLTS bisa berbanding sama dengan besarnya tenaga listrik yang dihasilkan. Sehingga nantinya, kelebihan daya yang tidak terpakai untuk mengoperasikan perusahaan bisa disuplai ke masyarakat.

“Kita berharap nantinya akan memberikan manfaat tersendiri terhadap warga area pabrik. Khususnya tenaga listrik yang begitu besar,” harap Ferdy.

Ferdy pun menyebut apa yang selama ini didengungkan oleh Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bahwa Kabupaten Konawe adalah masa depan Indonesia bukanlah sekedar isapan jempol belaka.

“Pak Bupati di setiap kesempatan selalu menyampaikan bahwa Konawe ini masa depan Indonesia. Dan ini betul, industri bertumbuh, begitu pula dengan ketahanan pangan kita dan ini membuat ekonomi Konawe tumbuh positif meski di masa pandemi Covid -19,” ungkap Ferdy.

Sekda Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH bersama Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso, S.IK saat melakukan sosialisasi Kamtibmas di wilayah Mega Industri di Routa

Lebih lanjut mantan Kepala BPKAD ini menerangkan bahwa besarnya investasi yang masuk di Kabupaten Konawe ini merupakan wujud kerja – kerja cerdas KSK. Yang pada akhirnya kabupaten lain di Sultra banyak yang sudah mulai mengikuti langka KSK untuk membangun industri di wilayahnya.

“Pada saat wilayah lain baru merencanakan, kami sudah mengekspor hasilnya. Wilayah lain cuma mengurusi bahan baku (ore), kami sudah membangun industri,” pungkas Ferdy.

Sebelumnya, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) telah menyingung pembangunan Pabrik Litium yang berada di kecamatan Routa. Belum begitu jelas nama perusahaan yang bakal berdiri di sana. Sempat disebut-sebut satu nama perusahaan, yakni PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).

Meski demikian, ia memberikan bocoran jika tahun 2022 ini, mega industri Routa tersebut sudah akan melakukan peletakan batu pertama pertanda dimulainya proyek pembangunan pabrik. Ia berharap, pabrik litium (baterai) untuk kendaraan listrik tersebut sudah bisa sepenuhnya beroperasi 2024 mendatang.

KSK juga memberikan gambaran tentang jumlah investasinya yang mencapai 56 Triliun dan masih akan terus berkembang seiring berjalannya pabrik. Hal ini tentunya akan makin mengukuhkan Konawe sebagai daerah dengan capaian realisasi investasi tertinggi di Sultra bahkan untuk tingkat nasional.

Laporan: Sukardi Muhtar

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
error: Content is protected !!