Home / Lipsus / Advetorial / DPRD Konawe Terima Kunjungan Kerja Banggar dan Banmus DPRD Kota Banjarbaru
Make Image responsive

DPRD Konawe Terima Kunjungan Kerja Banggar dan Banmus DPRD Kota Banjarbaru

Make Image responsive

Penyerahan cendera mata dari DPRD Kota Banjarbaru ke DPRD Konawe yang diterima oleh Wakil Ketua II Rusdianto, S.E., M.M., Senin (10/2/2020).

SUARASULTRA.COM, KONAWE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kedatangan tamu seprofesi dari luar daerah, Senin (10/2/2020) pukul 10.00 Wita

Kali ini, DPRD Konawe menerima Kunjungnn Kerja / Studi Banding dari Badan Anggaran (Banggar) & Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan.

Rombongan DPRD Kota Banjarbaru yang terdiri atas 11 anggota dan 2 pendamping dari Sekretariat tersebut diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Konawe, Rusdianto. S.E., M.M., didampingi sejumlah anggota DPRD lainnya.

Sebelumnya, DPRD Konawe pada April 2018 lalu juga pernah menerima kunjungan serupa dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Rombongan DPRD Kota Banjarbaru diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Konawe Rusdianto, S.E.,M.M., bersama anggota di ruang kerjanya, Senin (10/2/2020).

Kala itu, legislator asal Kabupaten Ngawi ini studi banding terkait e-budgeting (penganggaran sistem elektronik) dan e- planning (perencanaan sistem elektronik). Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Ngawi, Maryoto.

Disampaikannya, pihaknya ingin menyerap pokok pikiran dari DPRD Konawe terkait implementasi program tersebut. Bagaimana DPRD Konawe mengelola usulan masyarakat, pokok-pokok pikiran masyarakat terkait sistem e-budgeting dan e-planning ini.

Wakil Ketua DPRD Konawe Rusdianto saat ditemui usai menerima kunjungan dari DPRD Kota Banjarbaru mengatakan bahwa kunjungan kerja Banggar dan Banmus DPRD Kota Banjarbaru tersebut terkait Anggaran untuk SLTA dan Penyusunan Penjadwalan Kunjungan kerja Alat Kelengkapan Dewan.

Kata dia, studi banding Banggar dan Banmus DPRD Kota Banjarbaru itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri legistaltor Konawe karena dianggap berhasil dalam mengelola suatu kegiatan.

Suasana studi banding DPRD Kota Banjarbaru di DPRD Konawe

“Kami mengapresiasi atas kunjungan kerja/ studi banding dari rekan-rekan anggota DPRD Kota Banjarbaru. Semoga ke depannya DPRD Konawe lebih baik lagi dan dapat menjadi contoh oleh DPRD lainnya,”kata politikus PDI Perjuangan ini, Senin 10 Februari 2020.

Menurut Ketua DPC PDIP Konawe ini, dalam kunjungan tersebut pihak DPRD Konawe dan DPRD Kota Banjarbaru saling sharing informasi dan pengalaman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

Pada kesempatan tersebut, lanjut Rusdianto Badan Anggaran dan Badan Musyawarah DPRD Kota Banjarbaru pada tujuan utamanya ingin sharing dengan DPRD Konawe. Karena saat ini Pemda Kota Banjarbaru berkeinginan membangun gedung Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Sementara SLTA kini sudah diambil alih oleh Provinsi.

“Mereka studi banding di Konawe, apakah Pemda Konawe ada persoalan yang sama dan bagaimana jalan keluarnya. Kami sampaikan selama diambil alih Provinsi, Pemda Konawe belum pernah menganggarkan pembangunan gedung SLTA. Jadi masalah anggaran pembangunan SLTA sudah clear,” terangnya.

Sedangakan terkait masalah Penyusunan Penjadwalan Kunker Alat Kelengkapan Dewan, Rusdianto mengaku apa yang ada di DPRD Konawe sama saja dengan yang ada di Kota Banjarbaru. Karena jumlah anggota DPRD nya sama, jadi Alat Kelengkapan Dewannya juga sama.

Wakil Ketua II DPRD Konawe Rusdianto, S.E., M.M., menyerahkan cendera mata kepada ketua rombongan DPRD Kota Banjarbaru

“Mereka hanya ingin membandingkan apakah alat kelengaoan mereka sudah sesuai dengan DPRD Konawe. Saya bilang sama, karena anggotanya sama dan komisinya juga sama. AKD itu sudah diatur melalui UU MD3 dan Tatib. Dan tatib itu mengacu pada UU MD3,” jelasnya.

Diketahui, DPRD Konawe dan Kota Banjarbaru memiliki 30 kursi, tiga Komisi, Badan Pembentukan Perarturan Daerah (Banperda) Badan Kehormatan (BK), Badan Musyawarah (Banmus), dan Badan Anggaran (Banggar).

Lebih lanjut Rusdianto menjelaskan, sebagai wakil rakyat, anggota DPRD harus lebih jeli melihat kondisi sosial masyarakat. Selain itu, anggota DPRD juga dituntut mengawasi setiap kegiatan pembangunan di daerah. Karena lanjut dia, DPRD merupakan bagian dari penyelenggara pemerintahan di daerah.

“Sinergitas ini sangat penting. DPRD Konawe dan Pemda punya tujuan yang sama yaitu untuk mewujudkan masyarakat Konawe yang sejahtera dalam arti yang sesungguhnya,” ujarnya.

Laporan: Sukardi Muhtar

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top