Pengendara Roda Dua Dominasi Pelanggar Lalu Lintas di Konawe

  • Share
Kasat Lantas Polres Konawe Iptu Arifin, S.Sos

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Kasat Lantas Polres Konawe Iptu Arifin, S.Sos

SUARASULTRA.COM, KONAWE – Operasi Zebra Anoa 2019 telah berakhir, Selasa 5 November 2019 kemarin. Sebanyak 1288 pelanggar terjaring dan ditindak.

Jumlah pelanggar lalu lintas ini terhitung di dua kabupaten di wilayah hukum Polres Konawe, yaitu Kabupaten Konawe dan Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

banner 336x280

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Konawe AKBP Muhammad Nur Akbar, SH, S.IK, MH melalui kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Konawe Inspektur Polisi Satu (Iptu) Arifin, S.Sos mengatakan bahwa untuk pelanggar Operasi Zebra Anoa 2019 ini didominasi oleh pengendara roda dua. Pengendara ini ditindak karena kurang kelengkapan dokumen pengendara dan kendaraannya.

“Termasuk pelanggaran berkendara oleh anak di bawah umur,” kata Perwira Pertama Polisi berpangkat dua balak di pundak itu.

Menurutnya, roda dua masih mendominasi pelanggaran lalu lintas yaitu sebanyak 915, lalu roda empat jenis mobil penumpang sebanyak 277, mobil bus satu, dan mobil barang 101 unit.

Jumlah pelanggaran ini, dibandingkan operasi serupa tahun 2018 lalu mengalami peningkatan sebesar 13,88 persen. Sama halnya dengan operasi patuh, jumlah saat ini juga masih lebih tinggi.

Lebih lanjut Kasat Lantas menjelaskan bahwa Kabupaten Konawe sendiri menempati posisi ketiga jumlah pelanggar terjaring di Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah Kota Bau-Bau dan Kota Kendari.

Dikatakan, peningkatan jumlah pelanggar tersebut terjadi karena faktor pertumbuhan kendaraan yang mencapai angka sekitar 400 kendaraan perbulan untuk roda dua.

Sementara kata dia, kondisi Konawe dan Konawe Utara yang merupakan daerah perlintasan. Konawe perlintasan dari Makassar, sedangkan Konut perlintasan menuju Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Untuk Laka Lantas, tahun lalu satu kejadian dan meninggal dunia. Untuk tahun ini, tiga kejadian, semuanya hanya luka ringan,” kata Iptu Arifin, Rabu (6/11/2019) saat ditemui awak media..

Kasat Lantas menerangkan bahwa selama 14 hari Operasi Zebra, pihaknya telah mengupayakan meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Arifin menyebut bagi pengendara anak di bawah umur pihaknya memberikan sosialisasi tersendiri. Meski sebut dia, masih banyak orang tua yang membebaskan anak mereka mengendarai kendaraan sendiri, khususnya di jam sekolah.

“Kendalanya, belum ada kendaraan umum untuk anak sekolah. Harapan kita Pemda bisa adakan. Pelanggar di bawah umur ada dikarenakan orang tua tidak bisa terus-menerus mengantar anak mereka ke sekolah, akhirnya berkendara sendiri,” terangnya.

Laporan: Sukardi Muhtar

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share
error: Content is protected !!