Gelar Aksi Solidaritas Uighur, HMI Bakal Putihkan Sultra

  • Share
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Muhamad Ikram Pelesa

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Muhamad Ikram Pelesa

SUARASULTRA.COM, KENDARIĀ – Langkah serius Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam menyerukan perlawanan atas penindasan yang dialami etnis Uighur di Negera Tirai Bambu kian nampak.

Hal tersebut terlihat dari famplet seruan aksi damai mengenai Uighur bertebaran di media sosial. Selain itu, seruan ini juga dibenarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Muhamad Ikram Pelesa saat dihubungi (26/12/2019).

banner 336x280

Ikram sapaan akrabnya mengatakan pihaknya akan melakukan aksi solidaritas pada hari Senin tanggal 30 Desember 2019 (pekan depan).

“Pasca penyataan kami beberapa waktu lalu, saya memperhatikan pemerintah tidak serius dalam menengarai persoalan yang dialami oleh Etnis Uighur di Cina. Padahal Negara ini tegas menentang tindakan seperti itu, apalagi terang dalam Amanat UUD,”ucapnya.

Lebih lanjut Mahasiswa Pascasarjana Universitas Trisakti ini menyampaikan bahwa selain persoalan HAM, Indonesia yang merupakan negara dengan umat Muslim terbesar di dunia mestinya lebih proaktif menyerukan perlawanan atas kejadian yang dialami etnis Uighur di Cina, bukan malah memilih bungkam, apalagi menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan urusan Indonesia.

“Paling tidak ada resolusi konflik yang ditawarkan dalam forum PBB. Bukan malah memilih bungkam, apalagi menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan urusan Indonesia,”kesalnya.

Untuk itu ia menegaskan bahwa pihaknya telah memutuskan aksi yang akan mereka lakukan pada tanggal 30 Desember nantinya merupakan langkah kongkrit sebagai pilihan yang diberikan kepada Pemerintah Cina atas kejadian yang dialami oleh Etnis Uighur di Provinsi Xinjang.

Aksi ini dilakukan kata dia karena lambannya upaya penyelesaian masalah di sana.

“Kalau dari kami ini Smsudah final, dalam aksi nanti pilihannya hanya ada dua. Pemerintah Chmina memberikan kemerdekaan bagi Etnis Uighur dalam menjalankan ibadahnya dan kegiatan keagamaanya, atau kami pulangkan tenaga kerja mereka dari Bumi Pertiwi,” tegasnya.

Ia juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama dalam aksi solidaritas Uighur yang akan dilaksanakan pekan depan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memutihkan Sulawesi Tenggara dalam aksi solidaritas Uighur yang akan dilaksanakan Senin depan, di Kota Kendari nantinya,”tutupnya.

Laporan: Sukardi Muhtar

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share
error: Content is protected !!