Janji Untung Kilat Berujung Petaka, 11 Warga Kendari Rugi Rp2,1 Miliar dalam Investasi Fiktif

  • Share
Gambar Ilustrasi

Make Image responsive
Make Image responsive

Janji Untung Kilat Berujung Petaka, 11 Warga Kendari Rugi Rp2,1 Miliar dalam Investasi Fiktif

SUARASULTRA.COM | KENDARI – Kasus dugaan penipuan berkedok investasi kembali mencuat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sedikitnya sebelas warga dilaporkan menjadi korban setelah tergiur skema keuntungan cepat yang ditawarkan seorang terduga pelaku berinisial YR, yang kini menghilang tanpa jejak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, total kerugian para korban ditaksir mencapai Rp2,1 miliar. Nilai investasi yang disetorkan pun bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per orang.

Salah satu korban, IR, mengaku awalnya hanya menyetorkan dana sebesar Rp50 juta pada akhir Juli 2025. Ia dijanjikan imbal hasil sebesar dua persen dalam waktu lima hari.

Pada tahap awal, IR sempat menerima keuntungan dalam jumlah kecil yang membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan investasi.

“Saya setor Rp50 juta dengan perjanjian fee dua persen selama lima hari. Awalnya memang ada keuntungan yang diberikan, bahkan sempat dijanjikan total fee sampai Rp20 juta. Tapi modal saya tetap, dan setelah itu dia menghilang,” ungkap IR, Sabtu (18/4/2026).

Kecurigaan mulai muncul ketika komunikasi dengan terduga pelaku terputus. Merasa dirugikan, IR kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polresta Kendari pada Januari 2026.

Namun hingga kini, keberadaan YR belum diketahui.

Korban lainnya, MR, mengungkapkan bahwa terduga pelaku menggunakan narasi bisnis logistik untuk meyakinkan calon investor.

YR mengklaim memiliki usaha sebagai vendor di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, yang bergerak dalam penyediaan bahan pokok ke sejumlah kantin perusahaan.

Dengan dalih membutuhkan tambahan modal usaha, YR menawarkan skema investasi dengan imbal hasil tinggi, mulai dari 20 persen dalam kurun waktu lima hingga sepuluh hari hingga 0,5 persen per hari. Tawaran tersebut dinilai sangat menggiurkan, terlebih karena pada fase awal pembayaran keuntungan berjalan lancar.

Baca Juga:  Kunker di Konawe, Mentan RI Serahkan Bantuan Pertanian, Harmin Ramba: Terima Kasih Pak Menteri

MR mengaku awalnya hanya memberikan pinjaman dalam jumlah kecil. Namun seiring waktu, nominal yang disetorkan terus meningkat hingga mencapai ratusan juta rupiah. Ia kemudian diajak masuk ke skema investasi yang lebih besar, hingga total kerugiannya membengkak mencapai sekitar Rp1,4 miliar.

“Awalnya lancar, jadi kepercayaan itu tumbuh. Dia mulai dari nominal kecil, setelah itu kami diminta tambah. Saat sudah besar, dia hilang,” ujarnya.

Para korban menilai pola yang digunakan terduga pelaku adalah membangun kepercayaan secara bertahap. Keuntungan kecil diberikan di awal sebagai umpan, sebelum akhirnya korban didorong untuk menanamkan dana dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dengan menelusuri dokumen serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap konstruksi perkara secara menyeluruh.

“Masih dilakukan pendalaman terhadap dokumen dan keterangan saksi,” singkatnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban dalam kasus serupa untuk segera melapor, guna memperkuat proses penanganan dan mempercepat pengungkapan kasus.

 

Laporan: Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share