

IBI Konawe Gelar Bhakti Sosial Terpadu, Fokus Tekan Stunting dan Layanan KB
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Hari Bidan Internasional Tahun 2026, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Konawe bersama IBI Cabang Konawe menggelar kegiatan Bhakti Sosial Terpadu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Puskesmas Wawotobi, tepatnya di samping Lapangan Sepak Bola Lasandara. Acara ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Konawe Yones, SE., MM., Camat Wawotobi, serta Pengurus Daerah IBI Provinsi Sulawesi Tenggara.
Bhakti sosial ini meliputi pelayanan Keluarga Berencana (KB) serta penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada keluarga berisiko stunting (KRS) dan balita stunting.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi bidan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Konawe.
Ketua IBI Cabang Konawe, Elis Daniar Barunawati, S.ST., M.Kes., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT IBI ke-75 tahun 2026, dengan sasaran utama ibu hamil berisiko serta anak-anak dengan berat badan tidak sesuai usia.
“Bhakti sosial ini menyasar ibu hamil yang berisiko serta anak-anak dengan kondisi berat badan kurang. Ini menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya stunting,” ujar Elis.

Dalam kesempatan tersebut, IBI Konawe juga menyerahkan bantuan sosial berupa beras, telur, dan susu kepada keluarga berisiko stunting. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemenuhan gizi keluarga penerima manfaat.
Elis menambahkan, pihaknya berharap kegiatan ini dapat memperkuat kemitraan antara IBI dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dalam menghadapi tantangan besar penanganan stunting.
“Kami menekankan tidak hanya pada pelayanan KB, tetapi juga pada pemberian bantuan sosial bagi keluarga berisiko stunting,” tambahnya.
Jumlah penerima manfaat dalam kegiatan ini kurang lebih 20 orang, namun penyerahan secara simbolis dilakukan kepada 10 penerima, mengingat keterbatasan kehadiran akibat jarak tempuh, sehingga nantinya akan diteruskan oleh Bidan – Bidan di Wilayah Kerja masing – masing.
“Tidak ada target khusus, karena disesuaikan dengan laporan per zona, seperti di wilayah Wawotobi dan Tawanga,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa penerima bantuan dipilih berdasarkan hasil pendataan, terutama ibu hamil dengan kondisi kekurangan gizi serta anak-anak dengan berat badan rendah yang berpotensi mengalami stunting.
Laporan: Sukardi Muhtar




















