
18 Remaja Putri Kendari Tampil di Istana Negara, Berangkat Mandiri Tanpa Dukungan Anggaran Pemprov Sultra
SUARASULTRA.COM | KENDARI – Sebanyak 18 remaja putri asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berangkat ke Jakarta secara mandiri dengan biaya pribadi untuk mengikuti Tarian Kolosal dalam rangka memeriahkan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Keikutsertaan 18 remaja putri tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena mereka membawa nama Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara dalam rangkaian perayaan kemerdekaan di tingkat nasional.
Namun, keberangkatan para penari menuju Jakarta dilakukan secara mandiri tanpa dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra).
Meski demikian, semangat, kecintaan terhadap seni dan budaya, serta keinginan untuk berkontribusi dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI membuat 18 remaja putri tersebut tetap berangkat dan mengikuti kegiatan di Istana Negara.
Keikutsertaan dalam Tarian Kolosal tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi generasi muda Sultra untuk terus melestarikan seni dan budaya daerah serta mengembangkan bakat hingga ke tingkat nasional.
Salah satu orang tua penari, Jafrun, S.H., mengatakan keberangkatan 18 remaja putri asal Kota Kendari tersebut dilakukan atas kemauan sendiri. Seluruh kebutuhan selama mengikuti kegiatan di Jakarta juga ditanggung secara mandiri.
Menurut Jafrun, kesempatan tampil di Istana Negara merupakan sebuah kebanggaan. Pasalnya, para remaja putri tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan di bidang seni tari, tetapi juga turut membawa nama Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.
“Mereka berangkat atas kemauan sendiri dan membiayai diri mereka sendiri selama berada di Jakarta. Mereka membawa nama Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara,” kata Jafrun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, 18 remaja putri tersebut merupakan anggota salah satu sanggar tari asal Kota Kendari. Dalam kegiatan tersebut, mereka tampil dalam Tarian Kolosal di Istana Negara sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Jafrun berharap keberadaan para remaja putri yang tampil di panggung nasional tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Kendari maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dia berharap Wali Kota Kendari dan Gubernur Sultra dapat memberikan apresiasi, termasuk menyambut kepulangan para penari setelah menyelesaikan penampilan di Istana Negara.
“Saya selaku orang tua penari berharap ada kepedulian dari Wali Kota Kendari dan Gubernur Sultra untuk menyambut kepulangan para remaja putri Sultra. Mereka telah memberikan tenaga dan kemampuan untuk mengharumkan nama daerah,” pinta Jafrun.
Menurut Jafrun, perhatian dari pemerintah tidak hanya menjadi bentuk penghargaan bagi 18 penari tersebut, tetapi juga dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya di Sulawesi Tenggara untuk terus mengembangkan bakat serta mengharumkan nama daerah melalui seni dan budaya.
Jafrun juga mengungkapkan, pihak pengelola sanggar tari sebelumnya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terkait keberangkatan para penari. Namun, koordinasi tersebut belum menghasilkan dukungan anggaran karena pemerintah provinsi disebut tengah melakukan efisiensi anggaran.
“Ke-18 remaja putri yang telah mengikuti Tarian Kolosal di Istana Negara akan pulang ke Kendari pada Rabu, 19 Agustus 2026,” ujar Jafrun.
Liputan: Tim Redaksi






















