Pemda Konawe Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Kekeringan

  • Share
Foto Bersama Usai Apel Siaga Bencana Karhutla dan Kekeringan Kabupaten Konawe Tahun 2026 di Unaaha, Rabu (2/9/2026).

Make Image responsive

Pemda Konawe Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Kekeringan

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan dengan menggelar Apel Siaga Bencana Karhutla dan Kekeringan Kabupaten Konawe Tahun 2026 di Unaaha, Rabu (2/9/2026).

Apel tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana yang dapat mengancam masyarakat maupun lingkungan.

Dalam arahannya, Bupati Konawe H. Yusrán Akbar, ST menegaskan bahwa apel siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah pencegahan serta penanggulangan bencana.

“Apel siaga yang kita laksanakan pada hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen dan kesiapan Pemerintah Kabupaten Konawe bersama seluruh unsur terkait dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan dan kekeringan,” kata Yusrán.

Menurut Yusrán, langkah kesiapsiagaan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan serta larangan pembukaan lahan dengan cara membakar dalam kondisi risiko karhutla.

Upaya tersebut juga mengacu pada Keputusan Bupati Konawe Nomor 100.3.3.2/456 Tahun 2026 tentang Siaga Darurat Bencana Alam.

Yusrán menjelaskan, perubahan kondisi cuaca dan iklim berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang pada akhirnya dapat memicu serta memperluas terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dampaknya, kata dia, tidak hanya terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, kesehatan, sektor pertanian, ketersediaan air hingga perekonomian daerah.

“Oleh karena itu, kita tidak boleh menunggu sampai bencana terjadi. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini, pencegahan harus dilakukan secara nyata, dan respons harus dilaksanakan secara cepat, terpadu dan terkoordinasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Polres Kolaka Bongkar Peredaran Sabu di Pomalaa, Pemuda 19 Tahun Ditangkap dengan 42 Paket Narkotika

Dalam menghadapi ancaman tersebut, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, media, organisasi kemasyarakatan, relawan hingga masyarakat harus bergerak bersama.

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, sehingga sinergi dan koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi setiap potensi bencana.

Yusrán juga menginstruksikan seluruh unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan personel, sarana dan prasarana, khususnya peralatan pemadaman, kendaraan operasional, perangkat komunikasi serta dukungan logistik.

Koordinasi dan pertukaran informasi antarlembaga diminta terus diperkuat. Pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi mengalami karhutla dan wilayah rawan kekeringan juga harus ditingkatkan.

Selain itu, mekanisme pelaporan kejadian harus berjalan cepat, akurat dan berjenjang agar setiap potensi bencana dapat segera ditindaklanjuti.

Tidak hanya mengandalkan kesiapan aparat, Yusrán meminta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus diperkuat, terutama terkait pencegahan karhutla, penghematan penggunaan air serta langkah-langkah menghadapi kondisi kekeringan.

Perhatian khusus, lanjutnya, perlu diberikan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih maupun kelompok masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.

Kepada seluruh masyarakat Konawe, Yusrán mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, melakukan pembakaran lahan tanpa pengendalian, maupun meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

“Dan apabila melihat adanya kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait,” pesannya.

Menutup arahannya, Bupati berharap kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak berhenti pada kegiatan apel, tetapi menjadi budaya kerja pemerintah sekaligus budaya masyarakat Konawe.

“Saya berharap seluruh personel yang terlibat memiliki semangat yang sama, yaitu siap mencegah, siap merespons dan siap melindungi masyarakat,” pungkasnya.

Laporan: Kardi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share