
Kapolres Konawe Turun Tangan Tanggapi Dugaan Perundungan Siswa SDN 1 Nario Indah
SUARASULTRA.COM | KONAWE — Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono, S.I.K., M.Si. bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Konawe turun langsung menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan perundungan terhadap seorang siswa di SD Negeri 1 Nario Indah, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Tindak lanjut tersebut dilakukan melalui pertemuan klarifikasi yang digelar di SD Negeri 1 Nario Indah, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 09.40 WITA.
Pertemuan itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran Polres Konawe, pihak sekolah, orang tua siswa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, pemerintah desa, pengawas sekolah, hingga unsur masyarakat terkait.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Dikdas Dikbud Kabupaten Konawe Dewi Puspa Arini, S.Pd., M.Pd., Kasi Kurikulum Dikbud Kabupaten Konawe Risaldin, S.Pd., M.Pd., Kepala SD Negeri 1 Nario Indah Anita Korolina, S.Pd., M.Pd., Plt. Kepala Desa Nario Indah Sudarmin, S.E., perwakilan GMPK Sumantri, S.Sos., Wakil Bupati Lira Agus Marwan, pengawas sekolah, para guru, BPD Nario Indah, Ketua PGRI Kecamatan Wawotobi, serta orang tua siswa.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak diberikan kesempatan menyampaikan keterangan dan penjelasan terkait persoalan yang berkembang di media sosial.
Berdasarkan hasil klarifikasi, persoalan tersebut pada dasarnya berkaitan dengan adanya perbedaan pemahaman dan miskomunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono mengatakan, kehadiran kepolisian dalam persoalan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral untuk memastikan permasalahan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Menurutnya, kepentingan utama yang harus diperhatikan adalah kondisi psikologis anak serta keberlangsungan proses pendidikan dan interaksi sosialnya di lingkungan sekolah.
“Harapan kita, persoalan ini tidak melebar dan tidak mempengaruhi perkembangan anak-anak. Jangan sampai ada kendala dalam pergaulan mereka dengan teman-temannya yang berkepanjangan. Persoalan seperti ini masih bisa dibicarakan dengan baik secara kekeluargaan,” ujar Edi Raharjono.
Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi dan saling memahami dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia berharap anak-anak tetap mendapatkan ruang yang aman untuk belajar dan bergaul secara sehat di lingkungan sekolah.
Usai pertemuan, Kapolres Konawe bersama jajaran PJU Polres Konawe dan peserta kegiatan kemudian mengunjungi kediaman siswa Abdu di Desa Nario, Kecamatan Wawotobi.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres memberikan dukungan moril kepada siswa dan keluarganya serta menyerahkan bingkisan sebagai bentuk perhatian.
Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Polres Konawe membangun suasana yang lebih sejuk dan positif bagi siswa maupun keluarganya, serta menunjukkan kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan.
Dari hasil pertemuan, disepakati bahwa persoalan tersebut akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe.
Para pihak juga sepakat mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan melalui proses adat. Adapun waktu dan tempat pelaksanaannya akan ditentukan kemudian.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 13.00 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.
Polres Konawe menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.
Selain itu, kepolisian mendorong setiap persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, serta pendekatan yang humanis dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
Laporan: Kardi






















