
Upah Tak Dibayar, Pria di Kendari Bawa Senjata Api Rakitan untuk Cari Rekan Kerja
SUARASULTRA.COM | KENDARI – Persoalan upah yang belum dibayarkan diduga menjadi pemicu seorang pria berinisial MF (26) membawa senjata api rakitan untuk mencari rekan kerjanya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 8 September 2026, sekitar pukul 22.00 WITA. MF disebut polisi bekerja sebagai kurir narkoba dan diduga mendatangi rekannya di wilayah Kelurahan Kampung Salo, Kecamatan Kendari.
Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi’i Nafsikin mengatakan, tindakan MF dilatarbelakangi rasa sakit hati yang telah dipendam terhadap rekan kerjanya, termasuk persoalan upah atau gaji dari pekerjaan yang dijalaninya.
“Motifnya karena sakit hati kepada rekan kerjanya yang selama ini dipendam, termasuk adanya permasalahan terkait upah atau gaji dari pekerjaannya,” kata Safi’i dalam konferensi pers di Mapolresta Kendari, Rabu (16/9/2026).
Menurut keterangan polisi, saat bertemu, MF sempat mendapat teguran dari rekan kerjanya. Perkataan tersebut membuat MF tersinggung sehingga meninggalkan lokasi.
Namun, MF kemudian tidak langsung pulang. Ia justru mengambil senjata api rakitan yang sebelumnya dipinjam dari seorang temannya.
Senjata tersebut merupakan jenis laras panjang dan dilengkapi tujuh butir amunisi. Setelah mendapatkan senjata, MF kembali mencari rekan kerjanya dengan maksud membalas dendam.
“Pelaku meminta bantuan kepada temannya untuk dipinjamkan senjata rakitan beserta pelurunya. Setelah mendapatkan senjata, pelaku kemudian mencari rekan kerjanya untuk membalas dendam,” ujar Safi’i.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi mengamankan senjata api rakitan jenis laras panjang sebagai barang bukti. Selain itu, turut diamankan tujuh butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.
Dari tujuh butir amunisi tersebut, dua di antaranya disebut telah dimasukkan ke dalam senjata saat MF membawanya untuk mencari rekannya.
Dalam pemeriksaan, MF mengaku sempat mengarahkan senjata tersebut kepada rekan kerjanya. Situasi kemudian memanas hingga warga sekitar turun tangan dan melakukan pengeroyokan terhadap MF.
Polisi selanjutnya menangani perkara tersebut, termasuk mengamankan senjata api rakitan dan amunisi untuk kepentingan penyidikan.
Laporan: Redaksi






















