Ekspedisi Latoma–Routa Ungkap Situs Makam Mokole Mapati Hiuka dan Danau Hiuka, Wabup Konawe Dorong Kajian Sejarah dan Budaya

  • Share
Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si bersama Tim Ekspedisi Latoma - Routa.

Make Image responsive

Ekspedisi Latoma–Routa Ungkap Situs Makam Mokole Mapati Hiuka dan Danau Hiuka, Wabup Konawe Dorong Kajian Sejarah dan Budaya

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Ekspedisi Latoma–Routa yang dipimpin langsung Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, S.E., M.M., tidak hanya menelusuri kawasan perbatasan Kecamatan Latoma dan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Perjalanan selama 14 hari tersebut juga berhasil mengungkap sejumlah potensi sejarah, kebudayaan, dan wisata alam yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.

Dua temuan yang menjadi perhatian khusus tim ekspedisi adalah kawasan Danau Hiuka yang ditemukan dalam kondisi mengering serta Makam Distrik Wiwirano TU’OLAKO Mokole Mapati Hiuka yang diduga menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan penting bagi masyarakat Konawe.

Berdasarkan dokumentasi foto dan video perjalanan tim, kawasan Danau Hiuka tampak mengering saat dikunjungi. Sejumlah batu hitam berukuran besar terlihat menonjol di hamparan area danau, menciptakan bentang alam yang unik dan menarik perhatian anggota ekspedisi.

Keunikan kawasan tersebut turut dimanfaatkan oleh anggota tim, termasuk Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, sebagai lokasi untuk mengabadikan perjalanan melalui foto dan video.

Meski ditemukan dalam kondisi kering, Danau Hiuka dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Konawe.

Kendati demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan, kondisi lingkungan, serta faktor yang menyebabkan danau tersebut mengering.

Selain potensi wisata alam, tim ekspedisi juga menemukan situs makam yang diyakini memiliki keterkaitan dengan sejarah peradaban masyarakat setempat, yakni Makam Distrik Wiwirano TU’OLAKO Mokole Mapati Hiuka.

Saat berada di lokasi, anggota tim melakukan pembersihan area makam beserta lingkungan sekitarnya. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyiraman makam yang dilakukan bersama Wakil Bupati Konawe.

Baca Juga:  KNPI Konawe Utara Tolak Tambang Nikel di Wanggudu, Dinilai Ancam Lingkungan dan Sumber Air Warga

Dalam kesempatan itu, Syamsul Ibrahim juga mengambil sehelai kain putih atau kain kaci untuk dililitkan pada batu nisan makam sebagai bagian dari rangkaian prosesi di lokasi tersebut.

Keberadaan makam ini menjadi perhatian karena berpotensi menyimpan jejak sejarah dan informasi mengenai tokoh serta perjalanan peradaban masyarakat di wilayah Konawe.

Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, mengatakan temuan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui kajian mendalam dengan melibatkan tokoh adat, budayawan, dan sejarawan. Langkah itu penting untuk memastikan identitas, latar belakang, serta nilai historis dari makam dan sejumlah situs yang ditemukan selama ekspedisi.

“Ke depannya, ini dapat dibicarakan untuk dilakukan kajian mendalam bersama tokoh-tokoh budaya dan sejarawan. Kita perlu meninjau langsung beberapa makam dan situs sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu cagar budaya peradaban sekaligus destinasi wisata budaya di Kabupaten Konawe,” ungkap Syamsul Ibrahim, Sabtu (7/11/2026).

Ia juga menilai kawasan Danau Hiuka yang ditemukan dalam kondisi mengering tetap memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai objek wisata alam.

“Termasuk juga spot wisata untuk Danau Hiuka yang kekeringan ini bisa juga dijadikan tempat wisata,” tambahnya.

Menurut Syamsul, hasil penelusuran tersebut menjadi bagian penting dari upaya mengenali dan menggali potensi wilayah Konawe, tidak hanya dari sisi geografis, tetapi juga kekayaan sejarah, tradisi, dan sumber daya alamnya.

Dengan demikian, Ekspedisi Latoma–Routa tidak sekadar menjadi perjalanan untuk membuka akses dan memperkuat keterhubungan antarwilayah. Lebih dari itu, ekspedisi ini menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi serta mengembangkan potensi sejarah, kebudayaan, dan wisata alam Kabupaten Konawe yang selama ini belum banyak tereksplorasi.

Laporan: Kardi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share