BNN Konawe Gelar Tes Urine Mendadak di SMAN 1 Unaaha, 22 Siswa Dinyatakan Negatif Narkoba

  • Share

Make Image responsive
Make Image responsive

BNN Konawe Gelar Tes Urine Mendadak di SMAN 1 Unaaha, 22 Siswa Dinyatakan Negatif Narkoba

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Konawe melaksanakan tes urine secara mendadak terhadap siswa SMA Negeri 1 Unaaha, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar.

Pelaksanaan tes urine tersebut merupakan hasil sinergi antara BNN Kabupaten Konawe dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe, dengan melibatkan pihak sekolah serta unsur terkait lainnya.

Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap sejumlah siswa menggunakan metode tes urine. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan disaksikan langsung oleh pihak sekolah sebagai bentuk transparansi dalam pelaksanaan kegiatan.

Perwakilan DP3A Kabupaten Konawe menegaskan bahwa kegiatan ini tidak bertujuan untuk menghukum siswa, melainkan sebagai langkah preventif dan edukatif agar pelajar menjauhi narkoba sejak dini.

“Apabila nantinya ditemukan hasil positif, pendekatan yang dilakukan adalah pendampingan, mulai dari konseling, rehabilitasi, hingga dukungan psikososial agar anak tetap dapat melanjutkan pendidikannya dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Konawe, Asrianto, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa kegiatan tes urine merupakan program nasional yang dilaksanakan berdasarkan instruksi BNN pusat.

“Ini adalah program deteksi dini melalui tes urine. Di SMA Negeri 1 Unaaha, sebanyak 22 siswa mengikuti screening dan hasilnya seluruhnya dinyatakan negatif narkoba,” kata Asrianto saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut bersifat inspeksi mendadak atau tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun demikian, ke depan pihaknya masih membuka kemungkinan untuk kembali melaksanakan kegiatan serupa di sekolah-sekolah lain.

“Hasil kemarin belum maksimal karena saat sidak berlangsung sekolah sedang ada kegiatan lain sehingga tidak semua siswa masuk. Selain itu, keterbatasan alat tes juga menjadi kendala sehingga belum seluruh siswa dapat dilakukan screening,” jelasnya.

Baca Juga:  Batalkan Aksi Unjuk Rasa, Ketua GMPK Konawe: Kami Dukung Maklumat Kapolri

Asrianto juga menyebutkan bahwa pihak sekolah memberikan respons positif dan mendukung penuh upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin memiliki kesadaran akan bahaya narkoba serta mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

Laporan: Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share
error: Content is protected !!