
Drainase Buruk, Permukiman Warga di Tumpas Unaaha Kembali Terendam Banjir
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Luapan air kembali membanjiri permukiman warga di RT 02/RW 05 Jalan Anoa, Kelurahan Tumpas, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Jumat (13/2).
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam menyebabkan air meluap hingga menggenangi ruas jalan dan masuk ke sejumlah rumah warga.
Ketinggian air bahkan mencapai lutut orang dewasa. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas saat debit air meningkat.
Sebagian warga terpaksa berjalan kaki menerobos genangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara lainnya memilih bertahan di dalam rumah menunggu air surut.
Salah seorang warga Jalan Anoa, Etta Mul, mengatakan bahwa banjir akibat luapan air bukanlah peristiwa baru. Menurutnya, setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Unaaha dan sekitarnya, kawasan permukiman mereka hampir pasti terdampak.
“Kalau hujan deras beberapa jam saja, air langsung naik dan masuk ke beberapa rumah warga. Baru lama surutnya, karena tidak ada tempat mengalirnya air,” ujar Etta Mul kepada media awak media, Jum’at malam.
Mul menduga persoalan tersebut dipicu oleh buruknya sistem drainase serta pendangkalan saluran air akibat tumpukan sampah. Selain itu, tidak adanya lubang kontrol pada gorong-gorong di sejumlah pertokoan di poros Jalan Sapati juga disebut menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air.
Faktor lain yang memperparah kondisi adalah posisi permukiman warga yang relatif lebih rendah dari badan jalan utama. Saat hujan deras turun, air dengan mudah meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.
Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian materiil serta risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.
Genangan yang berlangsung lama dikhawatirkan dapat memicu penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), penyakit kulit, serta menimbulkan bau tak sedap di lingkungan sekitar.
Atas kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Kabupaten Konawe melalui dinas terkait segera melakukan penanganan serius dan tidak hanya sebatas pemantauan.
“Jangan hanya sekadar pantau, lalu janji-janji lagi,” keluhnya.
Warga meminta adanya normalisasi drainase, pengerukan saluran air, serta solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Jangan sampai musim hujan datang, kami kena banjir lagi,” harap Mul.(**)
Editor: Redaksi
















