KASTARA Luncurkan “Open Donasi Rp50 Ribu” untuk BNNP Sultra, Tantang Bentuk Tim Independen Berantas Narkoba

  • Share
Gambar Ilustrasi

Make Image responsive

KASTARA Luncurkan “Open Donasi Rp50 Ribu” untuk BNNP Sultra, Tantang Bentuk Tim Independen Berantas Narkoba

SUARASULTRA.COM | KENDARI – Konsorsium Aktivis Sulawesi Tenggara (KASTARA), aliansi yang terdiri atas delapan organisasi yakni SAC, AMAN Sultra, KORAN Sultra, AMARA Sultra, GEMPUR Sultra, MAP Hukum Sultra, AWF, dan FORMALISH, resmi meningkatkan eskalasi gerakan terhadap maraknya peredaran gelap narkotika di Bumi Anoa.

Sebagai bentuk protes, KASTARA meluncurkan gerakan satire bertajuk “Open Donasi Rp50 Ribu untuk BNNP Sultra”.

QAliansi tersebut juga menantang Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara untuk mundur apabila dinilai tidak lagi mampu menekan peredaran narkoba.

Bahkan, KASTARA menyatakan siap membentuk Tim Khusus Pemberantasan Narkoba Independen sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendorong pemberantasan narkotika.

Langkah itu, menurut KASTARA, dipicu oleh masih tingginya tingkat kerawanan narkoba di Sulawesi Tenggara.

Mengacu pada data Indeks Kawasan Rawan Narkoba (IKRN) BNN RI, Sultra masih menempati peringkat pertama nasional sebagai daerah dengan tingkat kerawanan peredaran narkotika.

Meski BNN mengklaim telah melakukan berbagai intervensi di wilayah rawan, KASTARA menilai kondisi di lapangan menunjukkan peredaran narkoba masih terjadi di sejumlah daerah, mulai dari jalur lintasan di Konawe, pusat transaksi di Kota Kendari dan Baubau, hingga kawasan lingkar pertambangan.

Penanggung Jawab KASTARA, Ikhram, mengatakan gerakan donasi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kinerja pemberantasan narkoba di Sultra.

“Open donasi Rp50 ribu ini adalah sindiran. Jika persoalannya anggaran, masyarakat siap patungan. Namun jika masalahnya adalah keberanian dan keseriusan memberantas bandar besar, maka kami menawarkan solusi. KASTARA siap membentuk Tim Khusus Pemberantasan Narkoba untuk membantu memburu jaringan yang selama ini dinilai belum tersentuh,” tegas Ikhram.

Baca Juga:  Rapat di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Harmin Ramba Terima Bantuan 28 Miliar

Menurut Ikhram, predikat Sulawesi Tenggara sebagai daerah dengan tingkat kerawanan narkoba tertinggi merupakan kondisi yang memprihatinkan dan harus menjadi evaluasi bersama.

“Donasi Rp50 ribu ini adalah simbol kritik. Jika dengan dukungan fasilitas negara peredaran narkoba masih sulit ditekan, publik tentu berhak mempertanyakan efektivitas strategi pemberantasan yang selama ini dijalankan,” ujarnya.

KASTARA menilai komitmen “Zero Narkoba” yang selama ini digaungkan BNNP Sultra belum sepenuhnya tercermin dalam hasil penindakan.

Aliansi tersebut berpendapat bahwa penegakan hukum perlu lebih difokuskan pada pengungkapan jaringan besar dan aktor intelektual di balik peredaran narkotika, bukan hanya pada pelaku di tingkat bawah.

Sebagai tindak lanjut, KASTARA menyatakan akan menurunkan tim investigasi untuk memantau perkembangan peredaran narkoba di sejumlah wilayah yang dinilai rawan.

Aliansi itu juga berkomitmen terus mengawal isu tersebut hingga terdapat langkah penindakan yang lebih efektif, transparan, dan menyasar jaringan utama peredaran narkotika di Sulawesi Tenggara.

Gerakan satire “Open Donasi Rp50 Ribu untuk BNNP Sultra” beserta gagasan pembentukan Tim Khusus Pemberantasan Narkoba Independen akan terus dikonsolidasikan oleh delapan organisasi yang tergabung dalam KASTARA sebagai bentuk dorongan terhadap penguatan strategi pemberantasan narkoba di daerah.

Laporan: Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share