
Ketua KTNA Sultra Bantah Isu Pemindahan Lokasi Rembug Paripurna, Tegaskan Walk Out Dipicu Ketidakpuasan Hasil Forum
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Tauwi, memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan Rembug Paripurna KTNA Sultra yang digelar di Kabupaten Konawe, Sabtu (26/7/2026), menyusul adanya sorotan dan aksi walk out yang dilakukan sejumlah pengurus KTNA kabupaten/kota.
Tauwi menegaskan bahwa tidak pernah terjadi pemindahan lokasi pelaksanaan kegiatan sebagaimana isu yang beredar. Menurutnya, lokasi Rembug Paripurna telah ditetapkan secara resmi melalui keputusan Rembug Utama KTNA Sultra pada 19 Juli 2026 dan telah memperoleh persetujuan dari KTNA Nasional.
“Yang benar tidak ada pemindahan tempat kegiatan Rembug Paripurna KTNA Provinsi Sulawesi Tenggara karena sudah menjadi keputusan Rembug Utama KTNA Sultra tanggal 19 Juli 2026 dan telah mendapat persetujuan melalui surat KTNA Nasional Nomor 566/KTNA-Nas/VII/2026,” ujar Tauwi.
Ketua KTNA Sultra itu menjelaskan, keputusan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui Surat KTNA Sultra Nomor 051/KTNA-Sultra/VII/2026 tentang Undangan Rembug Paripurna KTNA Provinsi Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan secara hybrid.
Pelaksanaan secara luring dipusatkan di Aula P4S Tataman Ikamaja, Kabupaten Konawe, sedangkan peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.
Menurut Tauwi, forum tersebut diikuti Sekretaris Jenderal KTNA Nasional, Wakil Sekretaris Jenderal II KTNA Nasional, Kepala Bidang Penyuluhan serta Kepala Seksi Organisasi Aparatur Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra secara daring. Selain itu, tercatat sebanyak 24 peserta mengikuti rapat secara virtual dan 22 peserta hadir langsung di lokasi.
Tauwi juga menjelaskan bahwa sekretariat P4S Tataman Ikamaja memang berada di kediaman pribadinya di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe.
“Kalau ada yang menyebut lokasi dipindahkan ke rumah saya, itu tidak benar. Aula P4S Tataman Ikamaja memang berada di lokasi rumah saya karena P4S pada umumnya merupakan pusat pelatihan swadaya petani yang banyak berlokasi di kediaman pemiliknya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tauwi mencontohkan bahwa sejumlah P4S di Sulawesi Tenggara maupun di tingkat nasional juga beroperasi di rumah ketuanya sebagai bagian dari konsep pusat pelatihan swadaya petani.
Menanggapi aksi walk out yang dilakukan sebagian peserta, Tauwi menilai tindakan tersebut dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah pihak terhadap proses pemilihan pimpinan sidang.
Menurutnya, berdasarkan tata tertib yang telah disahkan forum, pimpinan sidang terdiri atas tiga orang, yakni Ketua KTNA Provinsi Sultra, satu Ketua KTNA kabupaten/kota wilayah kepulauan, dan satu Ketua KTNA kabupaten/kota wilayah daratan.
Sebagai Ketua KTNA Sultra, Tauwi menyatakan memiliki kewenangan untuk menunjuk wakilnya dalam pimpinan sidang. Untuk itu, dirinya merekomendasikan Masyaili, S.E., M.Si., yang merupakan pengurus KTNA Sultra, sebagai pengganti dalam memimpin jalannya persidangan.
“Saya hanya menetapkan pengganti saya yang saya rekomendasikan kepada forum. Sementara dua pimpinan sidang lainnya dari unsur KTNA kabupaten/kota dipilih sendiri oleh peserta sesuai tata tertib,” katanya.
Tauwi menegaskan bahwa tugas pimpinan sidang hanya mengatur jalannya persidangan agar tetap berlangsung sesuai tata tertib yang telah disepakati bersama.
Menurutnya, aksi walk out yang dilakukan sejumlah pengurus merupakan bentuk ketidakpuasan karena gagal memperoleh dukungan sebagaimana yang sebelumnya mereka klaim.
“Aksi walk out yang dipertontonkan oleh segelintir pengurus hanyalah bentuk arogansi oknum yang tidak bisa bersaing secara baik. Mereka sebelumnya mengklaim mendapat dukungan 15 suara dari 17 pemilik suara, namun pada akhirnya hanya memperoleh dukungan dua suara,” tegas Tauwi.
Selain itu, Tauwi juga membantah adanya kendala pada fasilitas daring sebagaimana yang sempat dipersoalkan. Menurutnya, layanan Zoom Meeting berjalan normal selama kegiatan berlangsung.
“Fasilitas Zoom berjalan normal karena Sekjen dan Wasekjen KTNA Nasional, pejabat Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra serta puluhan peserta lainnya mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting tanpa kendala berarti,” pungkasnya.
Rembug Paripurna KTNA Sultra merupakan forum organisasi yang membahas agenda kelembagaan dan kepengurusan KTNA tingkat provinsi dengan melibatkan perwakilan KTNA kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Laporan: Redaksi






















