Tujuh Hari Pencarian, Tim SAR Gabungan Belum Temukan Kru MV LGH Prosper yang Jatuh ke Laut

  • Share
Keterangan foto: Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Abdul Rahman, kru kapal MV LGH Prosper yang dilaporkan terjatuh di perairan Toronipa, Kabupaten Konawe. (Dokumentasi Humas KPP/Basarnas Kendari)

Make Image responsive

Tujuh Hari Pencarian, Tim SAR Gabungan Belum Temukan Kru MV LGH Prosper yang Jatuh ke Laut

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Setelah tujuh hari melakukan pencarian di perairan Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tim Search and Rescue (SAR) gabungan belum berhasil menemukan Abdul Rahman (45), kru kapal MV LGH Prosper yang dilaporkan terjatuh ke laut saat bertugas pada 19 Oktober 2026.

Operasi pencarian resmi ditutup pada Minggu (25/10/2026), setelah upaya penyisiran yang dilakukan tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari hingga pukul 15.15 WITA belum membuahkan hasil.

Kepala KPP/Basarnas Kendari, Amiruddin AS, melalui Humas KPP Kendari, Wahyudi, menjelaskan bahwa penghentian operasi SAR dilakukan setelah pencarian selama sepekan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Meski demikian, operasi SAR masih berpeluang dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru yang mengarah pada keberadaan korban.

“Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban,” ungkap Wahyudi kepada media, Kamis (29/10/2026).

Abdul Rahman diketahui merupakan warga Kelurahan Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur.

Korban dilaporkan terjatuh ke laut saat kapal MV LGH Prosper yang berlayar dari Muara Jawa menuju Morosi sedang melakukan pelayaran.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 08.43 WITA. Saat itu, korban tengah memasang tangga pandu di lambung kiri kapal sebelum akhirnya terjatuh ke laut.

Kejadian tersebut diketahui oleh salah seorang kru kapal lainnya. Mengetahui korban terjatuh, kru tersebut segera melemparkan pelampung ke arah korban sebagai upaya pertolongan awal. Namun, korban dilaporkan telah tenggelam.

Upaya penyelamatan kemudian dilanjutkan dengan menurunkan sekoci untuk menyisir area di sekitar lokasi korban diperkirakan terjatuh.

Baca Juga:  BEM UHO Desak Disnakertrans Sultra Usut Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan di PT Hillconjaya Sakti

Tim SAR gabungan juga melakukan pencarian di perairan Toronipa selama tujuh hari. Namun, hingga operasi resmi ditutup, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Selama proses pencarian, kondisi cuaca di perairan tersebut berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilaporkan berawan. Tinggi gelombang berkisar antara 0,25 hingga 0,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 11 kilometer per jam dari arah utara.

Dengan berakhirnya operasi SAR, upaya pencarian secara resmi untuk sementara dihentikan. Kendati demikian, kemungkinan pembukaan kembali operasi tetap terbuka apabila ditemukan tanda-tanda atau informasi baru terkait keberadaan Abdul Rahman.

Laporan: Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share