
Kwaran Morosi Perkuat Pendidikan Kepramukaan Lewat Orientasi Pembina Pramuka
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, terus mendorong penguatan pendidikan kepramukaan di lingkungan satuan pendidikan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar kegiatan Orientasi Pembina Pramuka sebagai upaya meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pembina.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 15 satuan pendidikan yang terdiri atas jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) se-Kecamatan Morosi.
Orientasi ini turut dihadiri jajaran pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Konawe, Pusdatin, para kepala sekolah se-Kecamatan Morosi, Pospol Morosi, serta Kak Pelita, S.Si., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe.

Dalam kesempatan tersebut, Kak Pelita sekaligus membuka secara resmi kegiatan orientasi.
Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Konawe juga merekomendasikan Kak Pelita sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para peserta mengenai pengelolaan kegiatan kepramukaan di satuan pendidikan.
Ketua Kwaran Morosi yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN Satap 1 Bondoala, Simbo, S.Pd., M.Pd., mengatakan pembinaan kepramukaan membutuhkan semangat, komitmen, serta kemampuan yang terus dikembangkan agar pelaksanaannya berjalan secara profesional dan terarah.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas di luar kelas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik, seperti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Semangat untuk melaksanakan pembinaan harus senantiasa berada dalam bingkai tindakan yang profesional dan terukur berdasarkan pendidikan kepramukaan itu sendiri,” ujar Simbo.
Untuk itu, Kwaran Morosi menjadikan orientasi pembina Pramuka sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi para pembina, khususnya dalam memahami dasar-dasar pendidikan kepramukaan serta metode pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Untuk itulah Kwaran Morosi menjadikan kegiatan orientasi pembina Pramuka sebagai langkah strategis untuk menambah ilmu dan keterampilan dasar tentang pendidikan kepramukaan,” lanjutnya.

Simbo berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan orientasi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pembinaan yang berkelanjutan di masing-masing gugus depan. Dengan demikian, aktivitas kepramukaan di sekolah dapat berjalan lebih terarah, aktif, kreatif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi perkembangan karakter peserta didik.
“Harapan kami, para pembina yang mengikuti kegiatan ini dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di masing-masing satuan pendidikan, sehingga pembinaan Pramuka di Kecamatan Morosi semakin baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Laporan: Kardi






















