Perkuat Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, SMPN Satap 1 Bondoala Gelar Musyawarah Sekolah

  • Share
Kepala Sekolah Satap 1 Bondoala, Simbo, S.Pd, M.Pd (kedua dari kanan) saat memimpin Musyawarah Sekolah.

Make Image responsive

Perkuat Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, SMPN Satap 1 Bondoala Gelar Musyawarah Sekolah

SUARASULTRA.COM | KONAWE – SMP Negeri Satu Atap (Satap) 1 Bondoala menggelar musyawarah sekolah sebagai langkah strategis untuk memperkuat penerapan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat (KAIH) sekaligus menyelaraskan visi, misi, dan program sekolah.

Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Peitan Sutanto, S.Pd., M.Pd., Pemerintah Desa Morosi, Komite Sekolah, serta jajaran Kepolisian dari Polsek Bondoala/Pospol Morosi.

Dalam sambutannya, Paiton Sutanto menilai musyawarah yang digelar SMPN Satap 1 Bondoala merupakan langkah strategis dalam membangun arah dan kebijakan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Menurutnya, kegiatan tersebut patut menjadi contoh bagi sekolah lain, terlebih SMPN Satap 1 Bondoala berada cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Konawe.

“Langkah yang dilakukan SMPN Satap 1 Bondoala ini perlu menjadi contoh ideal bagi sekolah lain dalam menata arah dan kebijakan sekolah,” ujar Peitan.

Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Peitan Susanto, S.Pd, M.Pd (kelima dari kiri).

Sementara itu, Kepala SMPN Satap 1 Bondoala, Simbo, S.Pd., M.Pd., yang memimpin langsung musyawarah tersebut menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab sebagai ujung tombak dalam mengawal berbagai program dan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah di bidang pendidikan, khususnya di Kabupaten Konawe.

Menurut Simbo, upaya tersebut sejalan dengan semangat Konawe Bersahaja serta membutuhkan keterlibatan seluruh unsur yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan.

Simbo menyebut, kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

“Untuk menyukseskan amanah pendidikan, keterlibatan catur pusat pendidikan, yakni keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah, merupakan sesuatu yang mesti dilakukan untuk membangun kolaborasi dan konektivitas,” kata Simbo.

Peserta Musyawarah Sekolah

Lebih lanjut, Simbo menjelaskan bahwa posisi SMPN Satap 1 Bondoala yang berada di ring satu kawasan industri Morosi membuat sekolah menghadapi karakteristik dan tantangan tersendiri dibandingkan sekolah yang berada di luar kawasan industri.

Baca Juga:  Daftar Harga Perhiasan Emas Dominique Jewellery Hari Ini

Menurutnya, perkembangan kawasan industri tidak hanya membawa perubahan pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap lingkungan fisik maupun nonfisik di sekitar sekolah.

“Problematika yang secara langsung memengaruhi lingkungan fisik maupun nonfisik pada SMPN Satap 1 Bondoala tentunya juga menjadi perhatian dan tanggung jawab pihak perusahaan,” tegasnya.

Hal tersebut, lanjut Simbo, juga menjadi harapan sekaligus aspirasi para orang tua siswa yang sebagian besar bekerja sebagai buruh atau karyawan di perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri Morosi.

Karena itu, melalui musyawarah sekolah tersebut, SMPN Satap 1 Bondoala mendorong terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah, kepolisian, komite sekolah, dan dunia usaha.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat penerapan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif dan mampu menjawab tantangan perkembangan kawasan industri Morosi.

Laporan: Kardi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share