
Identitas Enam Pekerja PT KDI Korban Longsor di Konut Terungkap, Empat Meninggal Dunia
SUARASULTRA.COM | KONUT – Identitas enam pekerja PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) yang menjadi korban longsor di area operasional perusahaan di Blok A, Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, akhirnya terungkap.
Dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 16.40 WITA tersebut, empat pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil selamat.
Kecelakaan kerja itu terjadi saat para pekerja sedang melakukan aktivitas produksi sekaligus mengambil sampel hasil produksi untuk dibawa ke laboratorium.
Berdasarkan data Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara yang diterima dari Polsek Wiwirano, identitas enam pekerja yang menjadi korban telah berhasil dihimpun.
Keempat korban yang meninggal dunia yakni:
Brian Yoga Pratama, karyawan PT KDI asal Desa Lalohao, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe.
Peris, warga Desa Poli-Polia, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka Timur.
Ghea Kurnia Yoga, warga Desa Dunggua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe.
Wayan Juliana Putra, warga Desa Mulyo Sari, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur.
Sementara dua pekerja lainnya berhasil selamat, yakni Mu. Murtazan, warga Desa Mataosole, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, dan Dedi Akumadi, warga Kelurahan Pudai, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.
Jenazah Brian Dibawa ke RS Bhayangkara Kendari
Khusus korban Brian Yoga Pratama, pihak keluarga meminta agar dilakukan penanganan medis terhadap luka yang dialami korban di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.
Keluarga korban yang berada di RS Bhayangkara Kendari menyebutkan jenazah Brian telah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 07.00 WITA, Rabu (23/9/2026).
Hingga sekitar pukul 10.00 WITA, keluarga masih menunggu proses penanganan medis dan pemeriksaan lebih lanjut sebelum jenazah dapat dibawa pulang ke kampung halaman.
“Sampai jam ini, belum ada jelas kapan keluarga kami keluar. Kami mau bawa pulang ke kampung kalau sudah selesai,” ujar salah seorang kerabat korban.
Sementara itu, salah seorang staf RS Bhayangkara Kendari mengatakan jenazah sementara ditempatkan di ruang pendingin sembari menunggu kedatangan dokter forensik untuk melakukan pemeriksaan.
“Kita tunggu dokter forensik, masih di jalan. Pihak rumah sakit sementara menyimpan jenazah di ruang pendingin,” ujarnya.
Brian Yoga Pratama diketahui bekerja sebagai operator alat berat. Saat longsor terjadi, korban ikut tertimbun material dan tidak sempat menyelamatkan diri.
Peristiwa longsor tersebut kini menjadi perhatian, sementara proses penanganan terhadap para korban masih dilakukan oleh pihak terkait.
Laporan: Redaksi






















