Dugaan Perundungan Siswa SDN 1 Nario Indah Diselesaikan Secara Kekeluargaan

  • Share
Foto bersama usai penyelesaian dugaan perundungan secara kekeluargaan. Dok: sdnsatu Nario Indah

Make Image responsive

Dugaan Perundungan Siswa SDN 1 Nario Indah Diselesaikan Secara Kekeluargaan

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Dugaan perundungan terhadap dua siswa SDN 1 Nario Indah, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalur adat, Selasa (1/9/2026).

Proses penyelesaian tersebut melibatkan Polres Konawe, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, pihak sekolah, orang tua siswa, serta tokoh adat setempat.

Penyelesaian persoalan itu disampaikan melalui akun Facebook resmi SDN 1 Nario Indah, sdnsatu Nario Indah. Dalam unggahannya, pihak sekolah menyebut pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan yang disebut sebagai miskomunikasi antara guru dan orang tua siswa.

“Alhamdulillah, hari ini telah dilaksanakan pertemuan dan penyelesaian masalah terkait miskomunikasi antara pihak guru dan orang tua siswa.

Kami sepakat bahwa komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam mendidik anak.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan sudah duduk bersama dengan kepala dingin dan hati terbuka.

Semoga ke depannya sinergi sekolah dan orang tua semakin kuat demi kemajuan anak-anak kita,” tulis pihak sekolah.

Dalam unggahan yang sama, pihak SDN 1 Nario Indah juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

“Media sosial adalah cerminan diri. Mari kita bangun ruang digital yang sehat dengan hanya membagikan informasi yang valid dan bermanfaat. Stop menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya,” tulis akun tersebut.

Dok: sdnsatu Nario Indah

Dari pihak orang tua siswa, penyelesaian melalui jalur adat diharapkan dapat menjadi momentum introspeksi bersama, baik bagi guru maupun orang tua, sehingga kejadian serupa dapat menjadi pembelajaran untuk membangun hubungan yang lebih baik ke depannya.

“Bukan saatnya untuk mencari siapa yang salah. Adat sudah turun, mari kita saling introspeksi diri, bukan sibuk memvalidasi,” ujar salah satu orang tua siswa.

Baca Juga:  RIDA Nomor Urut Satu, Dua Korcam Optimis menangkan Pilkada Butur

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Ahmad Djauhari, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026), menegaskan bahwa pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua di rumah.

Menurut Ahmad, sinergi antara pihak sekolah dan orang tua sangat penting untuk memastikan proses pendidikan dan pembinaan anak berjalan dengan baik.

“Di sekolah merupakan tanggung jawab guru sepenuhnya untuk mendidik. Ketika pulang maka pendidikan itu tidak berhenti, orang tua harus juga ikut andil,” ujarnya.

Dengan adanya penyelesaian secara kekeluargaan tersebut, diharapkan hubungan antara pihak sekolah, guru dan orang tua siswa semakin baik serta dapat bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi seluruh peserta didik.

Laporan: Kardi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share