
Kemendikdasmen Kucurkan Rp762 Juta untuk Revitalisasi dan Pembangunan Ruang Kelas SDN 1 Paku Konawe
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Sekolah Dasar, mengalokasikan bantuan pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan untuk .
Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tersebut mencakup sejumlah pekerjaan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah.
Berdasarkan data kegiatan, terdapat tiga pekerjaan utama yang dilaksanakan, yakni rehabilitasi toilet dengan anggaran sebesar Rp40.987.253, pembangunan ruang kelas baru dengan anggaran Rp426.890.483, serta rehabilitasi ruang kelas dengan anggaran Rp294.838.482.
Dengan demikian, total anggaran untuk ketiga kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp762,7 juta.
Kepala SDN 1 Paku Kecamatan Morosi, Apriadin, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendikdasmen, khususnya pemerintah pusat, yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
“Sebagai pembina satuan pendidikan di SD Negeri Paku, saya sangat-sangat berterima kasih dengan program rehabilitasi ini kepada pemerintah, utamanya kepada Presiden Prabowo. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan jangan dihentikan,” ujar Apriadin.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan mengingat jumlah peserta didik di SDN 1 Paku terus mengalami peningkatan.
Apriadin menjelaskan, saat ini sekolah memiliki kebutuhan ruang belajar yang cukup besar. Dari sembilan rombongan belajar yang ada, sebelumnya sekolah hanya memiliki enam ruang kelas yang dapat digunakan sebagai ruang belajar.
“Jumlah siswa kami selalu bertambah. Saat ini kami memiliki sembilan kelas, sementara ruang kelas yang tersedia sebelumnya baru enam. Artinya, masih ada kekurangan ruang kelas,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, pihak sekolah mengusulkan pembangunan ruang kelas baru melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Apriadin mengatakan, proses pengajuan dilakukan dengan mengirimkan data dan dokumentasi kondisi sekolah melalui tautan yang disediakan pemerintah pusat. Selanjutnya, pihak kementerian melakukan penilaian untuk menentukan sekolah yang mendapatkan bantuan.
“Untuk pembangunan ini, kami melakukan pengusulan dari sekolah. Kami mengirimkan gambar dan data melalui link yang dikirimkan ke pusat. Selanjutnya, pusat yang menentukan apakah kami bisa mendapatkan bantuan atau tidak,” katanya.
Ia menegaskan, pelaksanaan program revitalisasi tersebut merupakan komunikasi langsung antara pihak sekolah dengan pemerintah pusat.
“Memang kami berkomunikasi langsung dengan pusat, termasuk dengan perencana dan pengawas. Kementerian yang menangani kegiatan ini,” ungkap Apriadin.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah bersama tim yang dibentuk untuk program tersebut berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan. Masa pelaksanaan pekerjaan disebut berlangsung selama 150 hari.
Apriadin berharap program revitalisasi satuan pendidikan tersebut dapat terus dilanjutkan karena sangat membantu sekolah dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Terlebih, Kecamatan Morosi merupakan salah satu kawasan yang mengalami perkembangan cukup pesat seiring aktivitas industri. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap pertumbuhan jumlah penduduk dan peserta didik di wilayah tersebut.
“Di Morosi ini perkembangan siswa sangat signifikan. Banyak pekerja dari luar daerah yang datang bekerja di pabrik, sehingga anak-anak mereka juga membutuhkan sekolah. Jadi, sekolah di sini menjadi tempat untuk menampung siswa,” tuturnya.
Kepala Sekolah menilai keberadaan ruang kelas baru dan perbaikan fasilitas sekolah akan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan siswa maupun guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
“Anak-anak di sini tidak mungkin harus pergi jauh untuk bersekolah ke Unaaha. Karena itu, kebutuhan ruang kelas dan fasilitas pendidikan di Morosi memang harus diperhatikan,” pungkasnya.
Laporan: Kardi






















