
58 Siswa Al-Askar Kendari Alami Gejala Usai Santap MBG, Tuna Balado Disorot
SUARASULTRA.COM | KENDARI – Sebanyak 58 siswa MTs dan MA Al-Askar Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami sejumlah gejala kesehatan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dipasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga, Kecamatan Baruga, Kamis (17/9/2026).
Hingga kini, penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih dalam penelusuran. Salah satu bahan makanan yang menjadi perhatian adalah olahan ikan tuna yang diterima SPPG pada hari yang sama dan kemudian diolah menjadi salah satu menu MBG.
Berdasarkan informasi dan kronologi yang dihimpun, indikasi adanya persoalan pada makanan mulai diketahui saat Penanggung Jawab SD Negeri 92 Kendari melakukan tes organoleptik atau pemeriksaan makanan menggunakan indra.
Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan adanya gejala gatal pada bagian bibir setelah dilakukan uji terhadap makanan.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak SPPG. Kepala SPPG Baruga Watubangga selanjutnya menginstruksikan agar paket MBG di sekolah tersebut tidak dibagikan. Seluruh pasokan Tahap 4 juga diperintahkan untuk ditarik.
Namun, paket makanan yang telah tiba di kompleks Madrasah Al-Askar terlanjur dikonsumsi oleh para siswa.
Sekitar pukul 14.30 WITA, pihak MTs dan MA Al-Askar kemudian melaporkan sejumlah siswa mengalami mual dan pusing setelah menyantap menu MBG yang terdiri atas nasi putih, tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng.
Petugas SPPG bersama tim medis selanjutnya menjemput siswa yang mengalami gejala untuk mendapatkan penanganan di Puskesmas Lepo-Lepo.
Jumlah siswa yang mengalami gejala terus bertambah hingga malam hari. Dari total 58 orang yang dilaporkan mengalami gejala, empat orang telah mendapatkan penanganan dan tidak lagi menjalani perawatan, sementara 54 orang lainnya masih menjalani penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kepala SPPG Baruga Watubangga Kota Kendari, Sabdi Rasyid, S.Kep., belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui sambungan telepon seluler maupun pesan percakapan belum mendapat respons.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Sultra, Maharanny Puspaningrum, juga belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan mengenai dugaan kejadian tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa. Pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah gejala tersebut berkaitan dengan konsumsi makanan MBG atau faktor lainnya.
Laporan: Redaksi






















