Jelang Lokasabha IX, Ini 10 Figur yang Dijagokan Menakhodai Peradah Sultra

  • Share
Ketgam: Pande Sugi Bali diwawancarai Bali TV saat menyerahkan Donasi untuk pengungsi erupsi Gunung Agung Bali, September 2017

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Ketgam: Pande Sugi Bali diwawancarai Bali TV saat menyerahkan Donasi untuk pengungsi erupsi Gunung Agung Bali, September 2017 (Dok:Putu Pande Hari Sugi Bali)

SUARASULTRA.COM, KONAWE – Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) adalah satu-satunya organisasi kepemudaan bernafaskan Hindu yang berlevel nasional.Organisasi ini sudah genap berusia 36 tahun.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Sumber Daya Manusia DPP Peradah Sultra Putu Pande Hari Sugi Bali kepada SUARASULTRA.COM mengatakan, khusus di Sulawesi Tenggara, Dewan Pimpinan Provinsi Peradah Indonesia Sulawesi Tenggara berdiri sejak tahun 1991 dengan tujuh masa kepengurusan.

banner 336x280

Diketahui, Lokasabha (musyawarah daerah tertinggi) tingkat provinsi terakhir kali dilaksanakan pada November 2016. Sesuai AD/ART organisasi Peradah periode kepengurusan tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional dilaksanakan tiga tahun sekali yang artinya masa kepengurusan periode 2016-2019 hanya bersisa kurang dari dua bulan lagi.

Berhubung akan dilaksanakannya Lokasabha IX, Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Sumber Daya Manusia DPP Peradah Sultra Putu Pande Hari Sugi Bali menyebut bakal berlangsubng alot.

Pasalnya banyak kader yang diprediksi akan turut berkontastasi dalam Lokasabha IX tersebut. Menurut Pande sapaan akrabnya, ada beberapa nama yang dinilai layak dan mampu memimpin Peradah Sultra untuk masa bakti tiga tahun mendatang.

Lebih jauh Pande mengelompokkan nama-nama tersebut ke dalam dua kategori, yaitu dari internal DPP (Pengurus DPP 2016-2019) dan dari luar DPP (Non Pengurus DPP 2016-2019) berdasarkan kemampuan, pengalaman serta rekam jejak masing-masing figur di organisasi Peradah maupun lembaga Hindu lainnya.

Dari internal DPP, Pande menyebut Sudi Laksmana, ST layak untuk memimpin Peradah Sultra untuk tiga tahun ke depan. Menurutnya, jika Ketua DPP Sultra petahana ini kembali maju maka akan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk terpilih.

Nama berikutnya adalah drh.Komang Widiana (Alez), Wakil Ketua Bidang Pengembangan Kewirausahaan, Usaha dan Dana. Figur ini dinilai memiliki dedikasi dan pengaruh yang besar di kepengurusan periode 2016-2019 sehingga sangat layak untuk maju.

Kemudian, mantan Ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Sulawesi Tenggara (PD KMHDI Sultra) periode 2013-2015) sekaligus Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPP Peradah Sultra 2016-2019, Wayan Sukadana, ST (Matal). Sosok ASN di lingkup Pemda Kolaka Timur ini memiliki rekam jejak yang panjang di organisasi Hindu dari tingkat mahasiswa hinggga pemuda, serta memiliki jiwa leadership yang sangat baik.

Selanjutnya ada nama I Gede Andika, S.Ag. Dengan background pendidikannya Sarjana Agama Hindu dan pengalaman di Peradah baik di Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Kolaka Timur maupun di DPP Sultra, Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Sosial Kemasyarakatan ini dinilai layak memimpin Peradah Sultra.

Sementara di posisi kelima Pande menyebut Dosen di Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka dan Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Bhatara Guru Kendari I Gede Purwana Edi Saputra,S.Pd., M.Pd. Wakil Ketua Bidang Hubungan dan Kerjasama Antar Lembaga DPP Sultra ini dinilai memiliki jaringan organisasi yang cukup luas serta loyalitas yang tinggi untuk organisasi.

Sedangkan nama terakhir dari internal DPP yang disebutkan oleh Pande adalah Wisnu Astika,S.Pd. Bermodalkan pengalaman menjadi Sekertaris Umum DPP Sultra selama tiga tahun serta pemahaman organisasi yang baik, Wisnu dianggap memiliki khans yang cukup besar untuk ikut berkompetisi saat Lokasabha nanti.

Sedangkan dari luar pengurus DPP Peradah Sultra 2016-2019, Pande menyebutkan beberapa nama yang dianggapnya memiliki khans yang sama besarnya dengan nama-nama sebelumnya.

Pertama adalah Gede Putra Adnyana,S.Pd.,M.Pd. Ketua PD KMHDI Sultra periode 2009-2011 ini dinilai memiliki pengalaman, integritas serta kematangan usia, sehingga khansnya untuk didorong maju sangat tinggi. Nama kedua adalah Ketua DPK Peradah Konawe Selatan Kadek Suliastra, ST. Berbekal pengalaman sebagai Sekretaris dan Ketua DPK Peradah Konsel serta massa dan jaringan yang luas, Suliastra dinilai sangat layak memimpin DPP Sultra 2019-2022.

Nama berikutnya adalah Ketua PC KMHDI Konawe 2015-2017 sekaligus ketua PD KMHDI Sultra 2017-2019 Gede Eka Pandi Afrisal,S.Pd. Menurut Pande, figur ini memiliki pengalaman memimpin organisasi yang cukup panjang serta memiliki jiwa yang total dalam membangun organisasi. Peradah Sultra dianggap bisa semakin baik jika dipimpin oleh Pandi.

Ketgam: Pande Sugi Bali saat membacakan pandangan umum DPP Sultra dihadapan sidang Pleno Mahasabha (Kongres) X Peradah di Palangkaraya, November 2018. (Dok: Pande)

Sedangkan nama terakhir yang disebut Pande adalah mantan Ketua PD KMHDI Sultra periode 2015-2017 Ketut Yuni Astuti,S.Ak. Figur ini satu-satunya gender. Yuni dianggap bisa menjadi kuda hitam jika benar mau berkompetisi. Dengan pengalamannya di KMHDI serta karakternya yang kuat dinilai mudah untuk meraih dukungan.

Lebih lanjut diterangkan bahwa Peradah Sultra masih memiliki nama-nama lain yang dianggap memiliki kemampuan untuk memimpin, tetapi untuk ikut berkompetisi, ada batasan-batasan organisasi seperti usia pengurus sehingga nama-nama laiinnya tidak ikut disertakan.

Namun, Pande berharap akan ada nama lain yang bermunculan untuk ikut berkontestasi pada Lokasabha IX nanti.

“Sebenarnya kita masih punya nama-nama lain, semisal kanda Gusti Suputra ketua DPK Koltim, tetapi sayang usianya sudah melampaui 35 tahun,” kata Pande, Jumat (4/10/2019).

Selain itu, masih kata Pade, ada Bung Sarka di Bombana, Bung Sutrisnayasa di Bau-bau, Sumardiyasa di Konawe, Agus Saputra di Kolaka, ada juga kanda Eka Saputra (Eks.Presidium Pimpinan Pusat KMHDI 2014-2016) dan nama-nama lainnya.

“Tetapi problem jarak dengan ibukota provinsi dan alasan lainnya jadi belum saya masukkan. Kita berharaplah nama-nama lainnya juga bermunculan saat mendekati Lokasabha nanti, makin banyak calon kan makin baik, kita punya banyak pilihan,” terang Pande.

Kemudian saat ditanya kemungkinan dirinya untuk maju pada saat Lokasabha nanti, mantan Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat KMHDI 2014-2016 ini mengatakan ingin beristrahat sejenak dari kegiatan organisasi pasca-demisioner nanti.

”Saya sudah 9 tahun berorganisasi dari KMHDI, Peradah, Prajaniti dan organisasi lainnya, sudah ada sedikit pengalaman. Jadi biarlah teman-teman yang lain dapat kesempatan ambil peran,” tutup pemuda asal Konawe Utara ini.

Laporan: Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share
error: Content is protected !!