Pemda Konawe Gandeng PT SMI, RSUD Pratama dan Pasar Induk Pangan Segera Dibangun

  • Share
Ketgam: Suasana Rapat Teknis Pembiayaan Pembangunan yang dipimpin langsung Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., bersama Team Leader Divisi Pembiayaan Publik 1 PT SMI, Joan Juliandi Tampubolon, di Ruang Rapat Bupati Konawe, Senin (25/5/2026)

Make Image responsive
Make Image responsive

Pemda Konawe Gandeng PT SMI, RSUD Pratama dan Pasar Induk Pangan Segera Dibangun

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI memfinalisasi skema pembiayaan dua proyek infrastruktur strategis tahun 2026, yakni pembangunan RSUD Pratama Konawe Tipe D dan Pasar Induk Pangan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Teknis Pembiayaan Pembangunan yang dipimpin langsung Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., bersama Team Leader Divisi Pembiayaan Publik 1 PT SMI, Joan Juliandi Tampubolon, di Ruang Rapat Bupati Konawe, Senin (25/5/2026).

Rapat yang berlangsung cukup alot namun konstruktif itu menyepakati nilai pembiayaan dua proyek prioritas dengan total pinjaman mencapai lebih dari Rp110 miliar. Rinciannya, pembangunan RSUD Pratama Konawe sebesar Rp66,879 miliar dan Pasar Induk Pangan senilai Rp44,089 miliar.

Bupati Konawe, Yusran Akbar, menegaskan pembangunan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan publik sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun pelayanan masyarakat dan masa depan Konawe. Karena itu saya minta semua direncanakan matang, jangan terburu-buru, tapi hasilnya harus maksimal,” tegas Yusran.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Konawe, Dr. Ferdinand, memaparkan lokasi RSUD Pratama Konawe berada di Kecamatan Anggalomoare, sekitar 10 kilometer dari Kota Kendari dan 20 kilometer dari Kawasan Industri Morosi.

Rumah sakit tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 2,3 hektare yang telah dibebaskan dan berada di sisi utara jalan nasional sehingga dinilai strategis serta mudah diakses masyarakat.

“Kami memilih lokasi ini dengan pertimbangan kesehatan lingkungan. Kawasan tersebut jauh dari paparan industri nikel di Morosi, namun tetap dekat dengan tujuh kecamatan di wilayah bawah,” jelas Ferdinand.

Baca Juga:  Gubernur Sultra: Insan Pers Diharapkan Menjunjung Tinggi Etika dan Kode Etik Jurnalistik

RSUD Pratama Konawe dirancang dengan konsep bangunan vertikal dua lantai seluas 4.200 meter persegi dengan kapasitas 50 tempat tidur. Berdasarkan proyeksi, tingkat utilisasi tempat tidur diperkirakan mencapai 59 persen pada tahun 2035 dan dinilai masih dalam kategori ideal oleh tim PT SMI.

Bupati Yusran juga meminta desain rumah sakit dibuat representatif, nyaman, namun tetap ekonomis dan tahan lama.

“Jangan buat rumah sakit seperti bangunan biasa. Ini tempat orang sakit. Kalau bangunannya bagus dan nyaman seperti hotel, psikologi pasien juga lebih baik. Tapi yang paling utama adalah kualitas bangunan dan pelayanan,” ujarnya.

Dalam pembahasan teknis, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPD) turut mengusulkan agar skema pembayaran pinjaman dan bunga dapat didistribusikan secara merata sejak awal agar tidak menumpuk pada akhir masa jabatan kepala daerah.

Selain itu, Bupati Yusran juga menyoroti potensi kenaikan BI Rate yang dinilai dapat mempengaruhi besaran bunga pinjaman daerah.

“Saya lihat BI Rate mulai naik dan tentu akan berpengaruh pada skema pinjaman. Karena itu kita akan negosiasikan kembali dengan PT SMI agar bunga pinjamannya tetap ringan bagi daerah,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan dua proyek strategis tersebut. Namun ia meminta seluruh proses pembiayaan dilakukan secara transparan agar dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Konawe memiliki rekam jejak pinjaman yang baik dan tidak pernah macet. Tapi kami berharap lokasi rumah sakit benar-benar strategis dan pelayanan nantinya harus optimal,” tegas Made.

Dalam rapat itu pula, Bupati Yusran memutuskan mengganti nama proyek rumah sakit yang sebelumnya disebut Rumah Sakit Morosi menjadi RSUD Pratama Konawe.

Baca Juga:  67 KPM di Desa Ambuwiu Konawe Terima BLT Dana Desa Tahap Satu

“Jangan disebut Rumah Sakit Morosi karena ini milik seluruh masyarakat Konawe. Nama yang tepat adalah RSUD Pratama Konawe,” tandasnya.

PT SMI sendiri tidak hanya mendukung dari sisi pembiayaan konstruksi, tetapi juga akan melakukan pendampingan pembentukan manajemen rumah sakit, mulai dari pengurusan izin operasional, kerja sama BPJS, pemenuhan SDM kesehatan, hingga pengadaan alat kesehatan.

Bahkan, PT SMI juga akan memfasilitasi pertemuan Pemkab Konawe dengan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan guna mencari dukungan insentif alat kesehatan.

Sesuai jadwal, proses pematangan lahan akan dimulai pada Juni 2026. Untuk konstruksi bangunan dua lantai, pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar empat hingga lima bulan.

Dengan skema pembiayaan yang mulai dimatangkan, Pemkab Konawe optimistis pembangunan RSUD Pratama Konawe dan Pasar Induk Pangan dapat segera terealisasi demi meningkatkan layanan kesehatan dan memperkuat roda perekonomian masyarakat Konawe. (JM)

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share