Ngamuk Bawa Parang karena Antrean Pertalite Mengular, Pria 50 Tahun di Kendari Ditangkap Tim Buser 77

  • Share
Pelaku bersama barang bukti yang berhasil diamankan Buser 77 Polresta Kendari.

Make Image responsive

Ngamuk Bawa Parang karena Antrean Pertalite Mengular, Pria 50 Tahun di Kendari Ditangkap Tim Buser 77

SUARASULTRA.COM | KENDARI – Suasana di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Wulele, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, mendadak mencekam pada Minggu (28/6/2026) pagi.

Seorang pria paruh baya mengamuk sambil mengacungkan sebilah parang di tengah antrean kendaraan yang mengular untuk mengisi BBM jenis Pertalite.

Aksi pelaku sontak membuat panik para konsumen dan pekerja SPBU. Beruntung, aparat kepolisian bergerak cepat hingga pelaku berhasil diamankan sehari setelah kejadian.

Pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 11.50 WITA, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari menangkap pelaku tanpa perlawanan di Jalan Transito, Kelurahan Wua-Wua, Kota Kendari.

Pelaku diketahui berinisial DJ (50), seorang wiraswasta yang berdomisili di Kecamatan Kendari Barat. Ia dilaporkan oleh pihak SPBU melalui salah seorang karyawannya, AI (32), atas dugaan melakukan tindak pidana gangguan terhadap ketenteraman lingkungan dengan menggunakan ancaman senjata tajam.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WITA saat DJ datang ke SPBU Wulele untuk membeli Pertalite. Namun, melihat antrean kendaraan yang sangat panjang dan bergerak lambat, pelaku mulai kehilangan kesabaran.

DJ kemudian meluapkan emosinya dengan berteriak-teriak di area SPBU. Sikap tersebut memicu protes dari sejumlah konsumen yang juga sedang mengantre sehingga terjadi adu mulut.

Merasa tidak terima, DJ meninggalkan lokasi. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali ke SPBU dengan membawa sebilah parang.

Saat ditegur oleh salah seorang konsumen, pelaku justru semakin emosi. Ia mencabut parang yang dibawanya dan mengancam warga di sekitar lokasi hingga memicu kepanikan.

Melihat tindakan pelaku, sejumlah warga yang geram berusaha mengejarnya. DJ akhirnya melarikan diri dan meninggalkan area SPBU sebelum diamankan aparat kepolisian.

Baca Juga:  Syamsul Ibrahim Nakhodai Pramuka Konawe 2025-2030: Janji Tingkatkan Kualitas dan Perkuat Peran Generasi Muda

Setelah mengantongi bukti permulaan yang cukup, Tim Buser 77 berhasil menangkap DJ di tempat persembunyiannya. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DT 6491 EI yang digunakan pelaku saat beraksi.

Dalam pemeriksaan, DJ mengakui seluruh perbuatannya. Kepada penyidik, ia mengaku emosinya dipicu oleh panjangnya antrean Pertalite serta tingginya harga BBM jenis Pertamax yang membuatnya memilih mengisi Pertalite.

Pelaku juga mengaku kesal karena menduga beberapa pengendara sepeda motor Suzuki Thunder berulang kali masuk ke antrean untuk membeli Pertalite secara berulang atau “mengetal”, yang menurutnya menjadi penyebab antrean semakin panjang.

Saat ini, DJ telah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Laporan: Kardi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share