
Kebun SAE Rutan Unaaha Panen 50 Kg Kacang Panjang, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pengelolaan lahan pertanian produktif. Kali ini, Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Unaaha berhasil menghasilkan panen kacang panjang sebanyak 50 kilogram.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Unaaha dalam membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian. Selain mendorong produktivitas lahan, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan sikap mandiri dan menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Proses panen melibatkan dua warga binaan berinisial H dan A dengan pengawasan petugas. Kegiatan ini turut didampingi peserta magang yang bertugas pada bidang ketahanan pangan.
Melalui keterlibatan langsung dalam proses pertanian, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mempelajari tahapan budidaya hingga panen. Pembinaan berbasis praktik tersebut juga menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta ketekunan dalam menjalankan aktivitas produktif.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Unaaha, Ridwan, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kemandirian warga binaan.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan kemandirian perlu memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Melalui kegiatan seperti ini, mereka dapat melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketekunan. Kami berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pidana,” ujar Ridwan, Kamis 15 Oktober 2026.
Sementara itu, petugas pengawas kegiatan, Djumadi Margo Utomo, menegaskan bahwa pendampingan dilakukan untuk memastikan seluruh proses panen berlangsung aman dan tertib, sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pengalaman langsung di bidang pertanian.
“Pendampingan ini penting agar kegiatan berjalan aman dan tertib, sekaligus memberi kesempatan kepada warga binaan untuk belajar langsung melalui praktik pertanian,” ungkapnya.
Rutan Unaaha terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan Kebun SAE sebagai sarana pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Hasil panen kacang panjang sebanyak 50 kilogram tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan sekaligus pelaksanaan program pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
Melalui program ini, Rutan Unaaha berharap warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan tujuan pembinaan pemasyarakatan, yakni mempersiapkan warga binaan agar mampu berintegrasi kembali secara positif serta menjalani kehidupan yang produktif dan bertanggung jawab.
Laporan: Kardi






















