Rutan Unaaha Tes Urine 21 Pegawai dan Warga Binaan, Seluruhnya Negatif Narkoba

  • Share

Make Image responsive

Rutan Unaaha Tes Urine 21 Pegawai dan Warga Binaan, Seluruhnya Negatif Narkoba

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pelaksanaan tes urine terhadap pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (17/10/2026).

Sebanyak 21 orang mengikuti pemeriksaan tersebut, terdiri atas 11 pegawai dan 10 warga binaan. Kegiatan ini merupakan langkah preventif sekaligus upaya deteksi dini untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Rutan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba. Hasil tersebut menjadi indikator positif dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Unaaha, Ariq Triyanto, menyambut baik hasil pemeriksaan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa hasil negatif tidak boleh membuat seluruh jajaran lengah dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Seluruh hasil tes urine yang negatif merupakan kabar baik bagi kami. Namun, hal ini tidak boleh membuat kewaspadaan menurun. Deteksi dini harus tetap menjadi bagian dari pengawasan rutin agar lingkungan Rutan senantiasa terjaga dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” ujar Ariq.

Menurutnya, pelaksanaan tes urine bukan sekadar pemeriksaan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan narkoba, melainkan juga menjadi bagian dari penguatan disiplin, tanggung jawab, dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman serta tertib.

Seluruh pegawai dan warga binaan diharapkan terus mematuhi aturan yang berlaku serta berperan aktif dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian, tercipta lingkungan pembinaan yang kondusif dan terbebas dari ancaman narkotika.

Dukungan terhadap upaya tersebut juga disampaikan salah seorang petugas Rutan Unaaha, Fredi. Ia menilai gerakan mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan dimulai dari kesadaran masing-masing individu.

Baca Juga:  Diduga Terlibat Politik Praktis, ASN di Kendari Terancam Sanksi

“Gerakan bersih narkoba harus menjadi komitmen bersama, bukan sekadar slogan. Kami sebagai petugas mendukung penuh setiap langkah pencegahan dan pengawasan agar Rutan tetap aman, tertib, serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” ungkap Fredi.

Ia menambahkan, keberhasilan menciptakan Rutan yang bersih dari narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, baik petugas maupun warga binaan. Konsistensi pengawasan, ketegasan terhadap setiap pelanggaran, serta keteladanan petugas menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan upaya tersebut.

Melalui pelaksanaan tes urine ini, Rutan Kelas IIB Unaaha menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, berintegritas, dan bebas dari narkoba.

Laporan: Kardi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share