Kakanwil Kemenag NTB: Tempat Ibadah Jangan Digunakan Untuk Berpolitik dan Jangan Menyebar HOAX

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

Ketgam : Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat ( NTB ) H. Nasruddin S.Sos.M.Pdi (kiri).

SUARASULTRA.COM, NTB-Menjelang perhelatan Akbar pada tanggal 17 April 2019, kita bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke akan gelar pesta demokrasi yaitu Pileg dan Pilpres secara serentak.

 

Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil)  Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat ( NTB ) H. Nasruddin S.Sos.M.Pdi di sela -sela kesibukan, pada Jum’at (15/3) di Mataram.

 

Kakanwil Kemenag yang santun ini menjelaskan, pesta demokrasi Pileg dan Pilpres tersebut harus kita sambut dengan gembira. Jangan saling bermusuhan, jangan tebarkan fitnah atau Hoax.

 

Bahwa untuk menghargai dan menghormati pesta demokrasi Pileg dan Pilpres secara jujur dan adil (Jurdil) tersebut, putra Indonesia kelahiran Lotim NTB ini mengingat kepada semua tokoh tokoh Agama/Pengurus dan Takmir Masjid. Pengurus Gereja, Pengurus Pura, Pengurus Klenteng dan lain lain agar tempat tempat ibadah tidak disalahgunakan.

 

“Tempat tempat ibadah itu jangan digunakan untuk berpolitik dan jangan pula digunakan menyebar Hoax,”terangnya.

 

“Tempat tempat suci itu misalnya antara lain Masjid, Mushollah, Kleteng,Pura, Gereja dan lain lain, jangan digunakan  untuk kepentingan politik,”tambahnya.

 

Tetapi tempat tempat suci itu lanjut Kakanwil Kemenag NTB ini hanya digunakan untuk kepentingan beribadah kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

 

Diingatkan pula bahwa tempat tempat suci itu harus kita menjaga netralitas dan kenyamanan ummat untuk beriadah kepada Allah SWT.

 

“Tempat tempat suci itu hanya untuk beribadah. Tidak boleh ditawar-tawar lagi karena sudah jelas diatur oleh peraturan dan undang-undang maupun agama,” ujar Kakanwil yang dikenal ramah itu.

 

“Sebagai warga negara yang baik kita harus berdemokrasi,”imbuhnya.

 

Menurutnya, kita mesti menghargai pendapat orang lain walaupun tidak sejalan dengan pikiran kita.Taat aturan yang telah dibuat pemerintah dan agama serta jangan kita menyebarkan Hoax.

 

Laporan :Taqwa
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

About redaksi

x

Check Also

Dua Kali Bawa Konawe Raih Kinerja Tinggi se-Indonesia, KSK Jadi Bupati Terbaik

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Mantan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) telah membuktikan kualitasnya selama ...

error: Content is protected !!