PMII Konawe Minta Kapolda Sultra dan Kapolres Kendari Tanpa Jabatan

  • Share
Ketgam: Puluhan Massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Konawe menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Konawe. Aksi solidaritas ini menuntut Kapolri untuk membebastugaskan Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto dan Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi, Sabtu (28/9/2019). (Foto: Sukardi Muhtar)
banner 468x60

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Ketgam: Puluhan Massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Konawe menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Konawe. Aksi solidaritas ini menuntut Kapolri untuk membebastugaskan Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto dan Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi, Sabtu (28/9/2019). (Foto: Sukardi Muhtar)

SUARASULTRA.COM, KONAWE – Suasana berbeda terjadi di Kabupaten Konawe pada Sabtu siang, (28/09/2019). Meski hujan turun membasahi Kota Unaaha, puluhan massa Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Cabang Konawe tetap melakukan aksi solidaritas.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap salah satu kader PMII Kota Kendari yang meregang nyawa akibat terkena peluru tajam saat aksi di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis 26 September 2019 kemarin.

banner 336x280

PMII Konawe yang dinakhodai Ayu Kusuma Sari menyampaikan beberapa poin aspirasinya di halaman Markas Komando (Mako) Kepolisian Resort (Polres) Konawe.

Ketgam: Massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Konawe diterima oleh Kabag Ops Polres Konawe, Kompol Jufri Andi Singke, Sabtu (28/9/2019) di depan Mako Polres Konawe. (Foto: Arman Tosepu)

Dalam orasinya, Ayu menegaskan Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Iriyanto dan Kapolres Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaidi harus nonjob atau dibebastugaskan (tanpa jabatan). Oleh karena diduga terjadi pelanggaran SOP dalam mengatasi massa aksi di Kendari baru-baru ini. Sehingga, salah satu kader PMII Randy meninggal dunia.

“Seharusnya Polri tidak bertindak represif dalam menangani massa aksi,” kata Ayu saat orasi.

Di tempat yang sama, Ramdhan Riski Pratama yang juga salah satu Alumni PMII Konawe ikut angkat bicara dalam aksi tersebut. Menurut Ramdhan, dalam mengatasi massa aksi, diperlukan cara-cara yang humanis bukan dengan cara represif.

“Saya kira cara humanis perlu dilakukan agar kemudian kejadian yang dapat mengakibatkan korban jiwa dapat dihindari,” tegas Pria yang berprofesi sebagai Pengacara ini.

Sementara itu, Kapolres Konawe Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad Nur Akbar, S.H., S.IK., M.H., melalui Kepala Bagian (Kabag) Operasional (Ops) Polres Konawe, Komisaris Polisi (Kompol) Jufri Andi Singke saat menerima massa aksi PMII Konawe menjelaskan persoalan kerusuhan yang terjadi di Kota Kendari saat ini tengah dilakukan penyelidikan oleh tim investigasi Mabes Polri untuk mengungkap pelaku sebenarnya.

“Kalau memang itu terbukti anggota Polri, baik Polda maupun Polres Kendari, tidak ada yang kebal hukum. Kalau perlu dikeluarkan dari Dinas Kepolisian,” kata Kompol Jufri Andi Singke saat menerima massa aksi.

Ketgam: Doa bersama untuk almarhum Randy dan Yusuf dipimpin Kabag Ops Polres Konawe, Kompol Jufri Andi Singke. (Foto: Sukardi Muhtar)

Di hadapan massa aksi, perwira menengah Polri berpangkat satu melati di pundak itu menyebut pihaknya (Polres Konawe- red) berkomitmen melakukan cara-cara humanis dan kekeluargaan dalam menangani massa aksi khususnya di Wilayah Hukum Polres Konawe.

Kabag Ops Polres Konawe menyebut, pihaknya sangat menyesalkan peristiwa berdarah yang terjadi di Kendari. Karena peristiwa tersebut telah menyebabkan jatuhnya dua korban meninggal dunia.

“Kami di sini tidak ada niat seperti itu,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Kompol Jufri Andi Singke, Kapolres Konawe, AKBP Muhammad Nur Akbar tidak menginginkan peristiwa serupa terjadi di kampung halamannya. Sehingga lanjut dia, setiap ada aksi unjuk rasa, Kapolres Konawe selalu memberi arahan kepada anggota untuk selalu mengawal aksi dengan cara humanis bukan dengan cara represif.

“Ini Konawe bukan Kendari, ini Unaaha bukan Kendari. Di sini kita keluarga besar Polres dan Mahasiswa, kita Konawe,” tutupnya.

Sebelum membubarkan diri, Polres Konawe bersama massa aksi melakukan doa bersama untuk almarhum Randy dan Yusuf. Doa ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Konawe Kompol Jufri Andi Singke.

Untuk diketahui, siang tadi, Sabtu (28/9/2019), Polres Konawe bersama Polsek jajaran menggelar salat Gaib untuk almarhum Randy dan Yusuf di Masjid Polres Konawe. Salat Gaib ini dipimpin langsung Kepala Satuan (Kasat) Pembinaam Masyarakat (Binmas) Polres Konawe Inspektur Polisi Satu (Iptu) H. Sampara.

Laporan: Arman Tosepu

Editor : Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 336x280
banner 120x600
  • Share
error: Content is protected !!