Pria yang Lompat di Lantai 4 Mall Mandonga, Polisi: Diduga Kuat Murni Bunuh Diri

  • Share
Asrudi ditemukan terkapar bersimbah darah di depan Mall Mandonga

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive

 

Kondisi Asrudi saat ditemukan terkapar bersimbah darah di depan Mall Mandonga

SUARASULTRA.COM, KENDARI – Tewasnya Asrudi (23) yang nekat lompat dari lantai 4 Mall Mandonga, Jumat (17/1/2020) lalu, akhirnya terkuak.

banner 336x280

Dari hasil penyelidikan polisi dan keterangan saksi-saksi serta hasil pemeriksaan dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara, disimpulkan korban murni bunuh diri.

Kapolsek Mandonga, AKP I Ketut Arya Wijanarka mengatakan, motif korban bunuh diri diduga karena terlilit utang. Dari informasi kakak korban, dua hari sebelum korban bunuh diri, korban sempat meminta uang kepada kakaknya.

“Kalau dugaan soal lain, apalagi soal asmara, tidak mungkin. Karena tidak ada keterangan saksi-saksi tidak ada yang mengarah ke situ,” ungkap Arya, Minggu (19/1/2020).

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut Mantan Kasat Reskrim Polres Konsel ini, ditemukan sendal korban dan potongan kain berwarna merah di lantai 4 mall Mandonga.

“Diketahui potongan kain yang ditemukan, sama dengan kain penutup mata korban saat ditemukan tergeletak di tanah. Kain merah itu, potongan baju kaos. Sisanya masih ada di tempatnya korban melompat,” ujarnya.

Sebelum korban mengakhiri hidupnya, Kamis (16/1/2020) lalu, menghubungi kakaknya Sri Habiba melalui masseger Facebook. Dalam pesan singkat itu, terjadi percakapan antara keduanya.

Korban menyuruh kakaknya, agar meminta uang pada kakaknya yang lain untuk pergi merantau.

“Kak minta tolongpi mintakan uang saya mau pergi merantau saya bosanmi di Kendari saya kayak orang bodoh-bodoh tinggal di sini. Tolongpi kak,” tulis korban dalam pesan masseger Facebook.

“Saya mau pergi dari kota ini,” sambung korban..

Kakak korban, Siti Habiba membalas dan menawarkan pekerjaan. “Kalau kamu mau kerja sama Anti di Arini 2 Anduonohu. Dia lagi butuh karyawan,” balas kakak korban.

Namun korban dalam balasannya, menolak pekerjaan tersebut. “Saya mau pergi merantau saya ngga bisa kerja begitu, nda ada kendaraanku pulang balik,” balasnya korban.

Siti Habiba mengaku, terakhir kali korban bertemu dirinya satu bulan yang lalu. Saat itu adiknya (korban) minta uang Rp 150 ribu untuk perbaiki tendanya karena korban bekerja sebagai penjahit sepatu.

“Korban sering pulang malam, sehingga dirinya menegur korban untuk tidak sering pulang larut malam karena orang sudah tidur,” kata Siti Habiba saat itu.

Menerima ucapan tersebut, sambung dia, korban memilih kos. Tetapi Siti mengaku, tidak mengetahui korban tinggal dimana. Karena suka berpindah-pindah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Asrudi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara lompat dari lantai empat Mall Mandonga, Korumba, Kecamatan Mandonga, Jumat (17/1/2020) sekira pukul 16.54 Wita. Rudi sapaan akrabnya tewas seketika dengan berlumuran darah.

Pria kelahiran, Kendari 07 Maret 1997 ini, sebelumnya mengakhiri hidupnya, menitip dompet dan jam tangan miliknya kepada temannya bernama Irfan.

Menurut keterangan saksi saat itu, Marlina saat menuju ke ATM yang berada di Mall Mandonga, tiba-tiba mendengar suara benda jatuh dari belakangnya. Setelah itu, saksi menoleh ke arah belakangnya dan melihat korban sudah jatuh terkapar.

Sementara keterangan Irfan menyebutkan bahwa sebwlum mengakhiri hidupnya korban sempat bertemu dengannya. Korban sempat bertanya kepada Irfan “Matikah orang kalau lompat dari lantai empat? sambil menunjuk ke arah lantai atas Mall Mandonga,

Usai bertanya begitu, korban menitip dompet miliknya kepada Irfan, setelah itu Irfan pergi meninggalkan korban.

Selain itu, menurut keterangan saksi lain David, ia mendengar suara benda jatuh. Saat itu pula, David mendengar suara teriakan “Ada orang lompat dari lantai empat,”. David lari menuju ke tempat mendengar suara teriakan.

Namun, korban sudah dalam keadaan tengkurap mengeluarkan darah dari arah kepala.

Sementara dari hasil pemeriksaan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, korban mengalami pecah kepala tulang tengkorak dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

Laporan: Remon

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share
error: Content is protected !!