
Bulog Konawe Serap 60 Ribu Ton Gabah Petani, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Perum Bulog Cabang Konawe mulai melakukan penyerapan gabah dari petani seiring masuknya musim panen di sejumlah wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Proses penyerapan dilakukan secara langsung oleh Bulog bersama mitra pengadaan pangan yang tersebar di wilayah Konawe. Upaya ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani serta menjaga harga tetap stabil di tingkat produsen.
Kepala Cabang Perum Bulog Konawe, Hendra Dionisius, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pihaknya menargetkan penyerapan sebesar 60 ribu ton gabah petani atau setara dengan 30 ribu ton beras.
“Target kita tahun ini 60 ribu ton gabah atau setara 30 ribu ton beras,” ujar Hendra, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, penyerapan gabah dilakukan melalui dua mekanisme.
Pertama, melalui Tim Jemput Pangan yang turun langsung ke lapangan untuk membeli gabah dari petani. Kedua, melalui mitra pengadaan pangan yang membeli gabah, kemudian melakukan penanganan lanjutan seperti penjemuran, pengeringan menggunakan dryer, hingga pengolahan menjadi beras.
“Selanjutnya, beras tersebut disimpan di gudang induk maupun gudang Bulog lainnya sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.
Hendra menambahkan, Bulog menerima seluruh jenis gabah atau any quality yang telah memasuki usia panen dengan harga pembelian tetap sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan jaminan harga yang layak bagi petani di tengah fluktuasi pasar.
Melalui program penyerapan ini, Bulog Konawe optimistis dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional, menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Laporan: Nur
Editor: Sukardi Muhtar




















