
Dinas P3A Konawe Ajak Peserta Jambore Pramuka Jadi Pelopor Cegah Bullying dan Pernikahan Dini
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas P3A) Kabupaten Konawe menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Cegah Bullying, Cegah Pernikahan Anak (CEPAK)” bersama peserta Jambore Pramuka, Jumat (24/10/2025), di Aula Pendopo Kantor Bupati Konawe.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda, khususnya anggota Pramuka, tentang pentingnya melindungi diri dan sesama dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan (bullying), serta bahaya pernikahan anak.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas P3A Kabupaten Konawe, Noor Jannah, ST., M.Si., dan Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Wiwin, S.ST., M.Kes., yang memberikan materi sekaligus motivasi kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Noor Jannah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Ia menekankan peran penting generasi muda sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas kekerasan.
“Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, tanpa kekerasan dan tekanan. Melalui kegiatan ini, kami berharap para Pramuka dapat menjadi teladan dalam mencegah perundungan serta memahami dampak negatif dari pernikahan anak,” ujar Noor Jannah.
Melalui materi inti bertajuk CEPAK, para peserta dibekali pemahaman mengenai:
Bentuk-bentuk kekerasan dan perundungan yang sering terjadi di sekolah maupun lingkungan masyarakat;
Dampak psikologis dan sosial bagi korban maupun pelaku bullying;
Risiko dan konsekuensi hukum dari pernikahan anak;
Peran remaja sebagai pelopor dan penyebar pesan positif dalam upaya perlindungan anak.
Sementara itu, Kabid Pemenuhan Hak Anak, Wiwin, S.ST., M.Kes., dalam paparannya menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan organisasi kepemudaan dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Ia menjelaskan berbagai bentuk bullying—fisik, verbal, hingga digital—serta dampak serius yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.
“Pernikahan anak bukan solusi, justru menimbulkan banyak masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita mereka,” terang Wiwin.
Kegiatan ini diakhiri dengan ajakan bersama untuk terus menyebarkan pesan “Cegah Bullying, Cegah Pernikahan Anak”, sekaligus memperkuat sinergi antara Dinas P3A dan organisasi kepemudaan, khususnya Gerakan Pramuka, dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak dan bebas kekerasan di Kabupaten Konawe.
Laporan: Rahmat
Sumber: Dinas Kominfo Konawe
















