Diduga Terlibat Keributan di Rumah Makan, Oknum Pegawai Lapas Kendari Dilaporkan Bersikap Arogan

  • Share
Situasi di area rumah makan, Foto : Tangkapan layar

Make Image responsive

Diduga Terlibat Keributan di Rumah Makan, Oknum Pegawai Lapas Kendari Dilaporkan Bersikap Arogan

SUARASULTRA.COM | KENDARI – Seorang pria yang diduga merupakan oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari dikabarkan terlibat keributan dengan seorang pelanggan di Rumah Makan Sari Laut Doa Ibu Dua, kawasan Eks MTQ, Kota Kendari, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 04.30 WITA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, peristiwa tersebut bermula saat seorang pelanggan berinisial U sedang menikmati makanan yang telah dipesannya. Tak lama kemudian, dua pria berambut cepak datang menghampiri korban hingga terjadi adu mulut.

Korban mengaku merasa mendapat intimidasi dan perlakuan yang tidak menyenangkan saat sedang makan. Ketika mempertanyakan identitas kedua pria tersebut, salah seorang di antaranya disebut sempat mengaku berasal dari Polisi Militer (POM).

Berupaya menghindari keributan, korban mengajak kedua pria tersebut menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Namun, menurut pengakuan korban, salah seorang pria yang belakangan diketahui bernama Ahmad menolak ajakan tersebut sehingga perdebatan terus berlanjut.

Korban menuturkan, perselisihan diduga dipicu oleh suara tempat tisu yang tidak sengaja membentur meja saat dirinya mengambil tisu. Meski telah dijelaskan bahwa kejadian itu murni tidak disengaja, pria yang mengaku bernama Ahmad tersebut disebut tetap menghampiri korban dan diduga mengajaknya berkelahi.

Ketegangan kemudian berlanjut hingga ke luar rumah makan. Dalam situasi itu, kedua pria tersebut akhirnya mengaku sebagai pegawai Lapas Kendari. Bahkan, salah seorang di antaranya disebut mempersilakan korban melaporkan tindakan mereka kepada pimpinan.

Insiden tersebut sempat menjadi perhatian para pengunjung karena dinilai mengganggu kenyamanan di lokasi usaha kuliner tersebut.

Menanggapi peristiwa itu, sejumlah aktivis di Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Mahasiswa, Pemuda, dan Ormas (KOMPAS) mengecam dugaan tindakan arogan yang dilakukan oknum aparatur tersebut.

Baca Juga:  Hadiri Dialog Politik Berbasis Gender, Kadek Rai Sudiani: Kaum Feminis Harus Memantapkan Diri

Mereka mendesak Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara untuk segera melakukan pemeriksaan serta evaluasi apabila ditemukan adanya pelanggaran kode etik maupun disiplin pegawai.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini  masih berupaya mengonfirmasi pihak Lapas Kelas IIA Kendari guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi terkait insiden tersebut.

Media ini menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Hak jawab dan hak koreksi terbuka bagi seluruh pihak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Editor: Sukardi Muhtar

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share