KLM Boine Bai Mole Tenggelam di Perairan Bombana, Tiga Orang Dalam Pencarian Tim SAR

  • Share
SAR saat melakukan pencarian

Make Image responsive

KLM Boine Bai Mole Tenggelam di Perairan Bombana, Tiga Orang Dalam Pencarian Tim SAR

SUARASULTRA.COM | BOMBANA – Kapal Layar Motor (KLM) Boine Bai Mole yang mengangkut tiga orang dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (13/9/2026) malam.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima laporan kecelakaan kapal tersebut pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 00.50 WITA. Informasi awal disampaikan Muh. Iqbal, staf KUPP Molawe.

Kepala KPP/Basarnas Kendari, Amiruddin A.S., melalui Humas KPP Kendari, Wahyudi, menjelaskan bahwa laporan yang diterima menyebutkan satu kapal dengan tiga orang di dalamnya tenggelam di wilayah perairan Bombana.

“Laporan yang kita terima menyebutkan satu kapal dengan tiga orang di dalamnya tenggelam di sekitar perairan Kecamatan Poleang, Bombana,” ujar Wahyudi dalam siaran pers yang diterima media ini, Senin (14/9/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 01.05 WITA menggunakan Rescue Boat (RB) 307.

Jarak lokasi kejadian dari Pelabuhan Pomalaa, yang menjadi tempat sandar RB 307, diperkirakan mencapai 52 nautical mile (NM).

Wahyudi menyebutkan, terdapat tiga orang di dalam KLM Boine Bai Mole saat kapal tersebut dilaporkan tenggelam. Ketiganya yakni Rijan Lauke selaku nakhoda, serta Umur Laode dan Ridwan Lamanda yang berperan sebagai kru.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, KLM Boine Bai Mole bertolak dari Bulukumba menuju Luwuk pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 06.00 WITA.

Setelah berlayar selama lebih dari 16 jam, kapal tersebut dilaporkan dihantam gelombang saat berada di sekitar perairan Bombana.

KLM Boine Bai Mole kemudian dilaporkan tenggelam sekitar pukul 22.14 WITA.

Hingga laporan ini ditulis, Tim Rescue Pos SAR Kolaka masih melakukan pencarian dan pertolongan terhadap tiga orang yang berada di kapal tersebut.

Baca Juga:  FAMHI Desak KPK dan Kejagung Periksa Gubernur Andi Sumangerukka dalam Dugaan Korupsi Rp9 Triliun Tambang Ilegal Kabaena

Laporan: Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share