
Tim Gabungan Amankan Enam Terduga Pelaku Pencurian Solar di Jetty PMS, Tiga Lainnya Melarikan Diri
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Tim Gabungan Keamanan PMS Jetty mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan besi di kawasan perairan sekitar Jetty PMS, Rabu (14/10/2026) malam.
Sementara itu, tiga orang lainnya dilaporkan berhasil melarikan diri saat proses penindakan berlangsung.
Aktivitas yang diduga sebagai aksi perompakan dan pencurian tersebut disebut telah meresahkan kawasan perairan sekitar Jetty PMS sejak 2023. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku diduga mampu mengambil solar sebanyak 350 hingga 2.100 liter dalam satu malam.
Dalam menjalankan aksinya, para terduga pelaku disebut mengancam operator menggunakan senjata tajam. Berbagai upaya pendekatan persuasif sebelumnya telah dilakukan oleh personel Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), Brimob, serta TNI Angkatan Laut. Namun, upaya tersebut diklaim belum membuahkan hasil.
Bahkan, para terduga pelaku disebut kerap melakukan perlawanan terhadap petugas. Saat tim keamanan melakukan pengejaran menggunakan kapal cepat atau speedboat, mereka diduga melempari petugas dengan batu. Pos TNI Angkatan Laut di kawasan Jetty Barat juga dilaporkan pernah menjadi sasaran pelemparan batu.
Menyikapi kondisi tersebut, Tim Gabungan Keamanan PMS Jetty melakukan penindakan pada Rabu malam sekitar pukul 23.15 WITA. Operasi berlangsung ketika kapal yang diduga digunakan oleh para pelaku memasuki kawasan Jetty PMS.
Tim kemudian melakukan pengejaran di laut hingga mendekati kapal tersebut. Saat dilakukan pendekatan, petugas mendapati sembilan orang berada di atas kapal. Mereka diduga melakukan perlawanan dengan melempari petugas menggunakan batu serta mengancam dengan mengacungkan senjata tajam.
Tim keamanan selanjutnya melakukan upaya penghentian kapal dan mengamankan para terduga pelaku satu per satu bersama empat jeriken berisikan solar sekitar 120 liter.
Dari sembilan orang yang berada di atas kapal, enam orang berhasil diamankan, sedangkan tiga lainnya melarikan diri.
Setelah penindakan tersebut, personel Polairud bergerak cepat melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut terhadap para terduga pelaku.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, perkara tersebut kini tengah diproses oleh Polairud. Enam orang yang diamankan disebut telah berstatus tersangka. Sementara itu, berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan (BAP), penyidik masih melakukan pemanggilan terhadap tiga orang yang diduga melarikan diri.
Penyidik juga dikabarkan tengah menelusuri dugaan keterlibatan seorang pemilik kapal jenis jolor yang diduga menampung hasil pencurian solar tersebut. Dugaan keterlibatan pihak lain masih memerlukan pendalaman dan pembuktian melalui proses hukum.
Pimpinan PMS, Muhammad Basman M. menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sultra, Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H, bersama jajaran dan seluruh unsur keamanan yang terlibat dalam operasi tersebut.
Mewakili pimpinan PMS Jetty, Basman mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan sinergi seluruh personel yang dinilainya telah menjalankan tugas dengan baik dalam menjaga keamanan kawasan operasional.
Ia juga memberikan apresiasi khusus terhadap penanganan yang dilakukan oleh jajaran Polairud dalam menindaklanjuti kasus tersebut.
Operasi gabungan ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan di kawasan Jetty PMS, melindungi para operator dan petugas yang bertugas di lapangan, serta mencegah terulangnya dugaan pencurian yang berpotensi mengganggu aktivitas operasional.
Adapun unsur yang terlibat dalam pengamanan tersebut meliputi Polairud, Brimob, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, petugas keamanan (security), tim internal dan eksternal, tim Humas, serta koordinator Jetty PMS.
Laporan: Kardi






















