Bupati Konawe Dorong Desa Ahuawatu Jadi Percontohan Penerapan Desa Antikorupsi

  • Share

Make Image responsive

Bupati Konawe Dorong Desa Ahuawatu Jadi Percontohan Penerapan Desa Antikorupsi

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., menegaskan pentingnya membangun budaya integritas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Indikator Desa Antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Desa Ahuawatu, Kecamatan Pondidaha, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta terbebas dari praktik korupsi.

Dalam sambutannya, Yusran Akbar menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada pimpinan beserta tim KPK RI yang telah hadir untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan indikator Desa Antikorupsi di Kabupaten Konawe.

Menurutnya, program Desa Antikorupsi tidak boleh sekadar dimaknai sebagai pemenuhan persyaratan administrasi ataupun kegiatan penilaian semata. Sebaliknya, program tersebut harus menjadi landasan dalam membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, keterbukaan, dan tanggung jawab.

“Desa Antikorupsi bukan hanya tentang memenuhi indikator penilaian, tetapi bagaimana nilai-nilai integritas benar-benar diterapkan dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan desa dan menjadi budaya di tengah masyarakat,” tegasnya.

Yusran menjelaskan, keberhasilan mewujudkan desa antikorupsi membutuhkan keterlibatan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat.

Ia juga mengingatkan para kepala desa beserta perangkatnya agar terus memperkuat koordinasi, menjaga hubungan kerja yang harmonis, serta meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital.

Terutama dalam pengelolaan administrasi pemerintahan dan transaksi keuangan secara daring. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat keterbukaan informasi, memudahkan pengawasan, sekaligus meminimalkan peluang terjadinya penyimpangan.

Baca Juga:  Deklarasi Janji Kinerja, Rutan Unaaha Maksimalkan Zona Integritas Menuju WBK - WBBM

Bupati berharap Desa Ahuawatu mampu menjadi desa percontohan dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bertanggung jawab, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Konawe.

Pada kesempatan itu, Yusran juga mengajak seluruh pemerintah desa dan kelurahan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Ekspo Inovasi Daerah. Ajang tersebut diharapkan menjadi ruang promosi berbagai inovasi, produk UMKM, potensi pertanian, serta capaian pembangunan dan pengelolaan keuangan desa.

Selain itu, ia meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak hanya memberikan dukungan secara administratif, tetapi turut melakukan pendampingan secara langsung kepada pemerintah desa dalam memenuhi indikator Desa Antikorupsi.

Melalui monitoring dan evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap nilai-nilai antikorupsi semakin mengakar dalam penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan.

Dengan penguatan integritas, transparansi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Konawe diharapkan mampu mewujudkan pemerintahan desa yang bersih, inovatif, dan akuntabel sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang bebas dari praktik korupsi.

Laporan: Armun
Editor: Sukardi Muhtar
Sumber: Dinas Kominfo Konawe

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share