Seleksi 62 Atlet, Wushu Konawe Bidik 5 Emas di Porprov Sultra 2026

  • Share
Atlet Wushu Konawe

Make Image responsive
Make Image responsive

Seleksi 62 Atlet, Wushu Konawe Bidik 5 Emas di Porprov Sultra 2026

SUARASULTRA.COM | KONAWE – Ambisi Cabang Olahraga (Cabor) Wushu Konawe menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026 mulai diuji sejak dini. Sebanyak 62 atlet mengikuti seleksi yang digelar pada Rabu, 8 April 2026, sebagai tahap awal pembentukan tim yang diproyeksikan berburu medali.

Kegiatan seleksi tersebut dihadiri langsung Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Konawe, Jahiuddin, S.Sos., M.Si, Ketua Pengurus Wushu Provinsi Sulawesi Tenggara Shihan Achmad Wahab, serta perwakilan KONI Provinsi Sultra, Husni Tamrin, ST dan Safruddin, S.Pd. Sejumlah pengurus cabang olahraga bela diri di Konawe turut hadir memantau proses penjaringan atlet.

Ketua Pengcab Wushu Konawe, Yamin, menjelaskan bahwa atlet yang lolos seleksi akan dipersiapkan untuk tampil pada Porprov 2026, dengan fokus pada seluruh nomor pertandingan, baik kategori laga (tarung) maupun seni (taolu).

“Total peserta yang terdaftar sebanyak 62 atlet. Nantinya, yang lolos akan diturunkan pada dua kategori utama, yakni laga dan seni. Untuk nomor laga putri terdapat lima kelas, sedangkan putra delapan kelas, sehingga total 14 kelas tarung. Masih dimungkinkan ada penambahan kelas sambil menunggu keputusan dari Pengprov Wushu,” jelas Yamin.

Sementara itu, untuk nomor seni, pihaknya masih mengacu pada Porprov sebelumnya, yakni masing-masing delapan nomor untuk putra dan putri, sembari menunggu ketetapan resmi dari Pengprov.

Kadia Pemuda dan Olahraga Konawe, H. Jahiuddin, S.Sos, M. Si

Tak sekadar berpartisipasi, Wushu Konawe memasang target ambisius dengan membidik minimal lima medali emas dari total sekitar 30 nomor yang akan diikuti, baik dari kategori laga maupun seni.

“Insya Allah, kami menargetkan lima medali emas dari seluruh nomor yang diikuti,” tegas Yamin.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa seleksi hanyalah langkah awal. Tanpa program latihan lanjutan yang terstruktur dan berkelanjutan, target tersebut dinilai sulit tercapai. Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya segera merealisasikan pemusatan latihan (training center/TC).

Baca Juga:  FAMHI Desak KPK dan Kejagung Periksa Gubernur Andi Sumangerukka dalam Dugaan Korupsi Rp9 Triliun Tambang Ilegal Kabaena

Yamin juga menyampaikan apresiasi kepada Dispora Konawe atas terselenggaranya kegiatan seleksi tersebut, seraya berharap dukungan pemerintah daerah melalui KONI Konawe dapat terus mengalir guna menjaga kesiapan atlet hingga hari pertandingan.

“Setelah seleksi, ada tahapan krusial yang tidak bisa ditunda, yakni pelaksanaan TC. Tanpa latihan yang maksimal, mustahil kita bisa mencapai hasil sesuai harapan. Ini selalu kami sampaikan dalam setiap rapat bersama KONI dan cabor,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan ideal menghadapi ajang sekelas Porprov minimal dilakukan selama enam bulan. Namun, untuk mencapai performa puncak, pembinaan atlet seharusnya berlangsung hingga dua tahun.

“Secara ideal, pembinaan olahraga itu butuh waktu panjang. Minimal enam bulan untuk persiapan, tapi untuk mencapai prestasi optimal bisa sampai dua tahun,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Konawe, Jahiuddin, menilai Wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi besar dalam menyumbang medali bagi daerah.

“Seleksi ini bukan tujuan akhir, melainkan awal dari proses panjang. Kami berharap atlet yang terpilih serius menjalani pembinaan agar mampu bersaing dan mengharumkan nama Konawe di Porprov,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kebutuhan pembinaan atlet, termasuk mendorong pelaksanaan TC agar persiapan dapat berjalan lebih maksimal.

“Kami di Dispora akan berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan daerah. Harapan kami, Wushu bisa menjadi salah satu cabang unggulan penyumbang medali,” tutupnya.(**)

Editor: Sukardi Muhtar

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share