Tombi Berkibar di Istana Negara, Prajurit Konawe Bawa Kebanggaan Tolaki ke Panggung Nasional

  • Share
Tombi, bendera Kerjaan Konawe.

Make Image responsive

Tombi Berkibar di Istana Negara, Prajurit Konawe Bawa Kebanggaan Tolaki ke Panggung Nasional

SUARASULTRA.COM | JAKARTA – Kebanggaan masyarakat Konawe dan Tolaki membuncah ketika Bendera Kerajaan Konawe, Tombi, berkibar di Istana Negara dalam rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Kehadiran Tombi di pusat pemerintahan Republik Indonesia menjadi bagian dari kirab budaya kenegaraan yang mempertemukan simbol-simbol kerajaan dan kesultanan Nusantara. Dari lebih dari 100 kerajaan dan kesultanan yang mengikuti seleksi nasional, hanya 42 yang mendapat kesempatan tampil dalam prosesi tersebut.

Dari wilayah Kodam XIV/Hasanuddin, hanya tiga kerajaan yang dipercaya berpartisipasi, yakni Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone, dan Kerajaan Konawe. Keikutsertaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Konawe dan Sulawesi Tenggara.

Di balik berkibarnya Tombi, terdapat perjuangan dua putra daerah yang dipercaya membawa simbol kebesaran Kerajaan Konawe ke Istana Negara. Keduanya adalah Sertu Kelvin Djupiter, personel Koramil Wawotobi, dan Koptu Jepri, personel Koramil Unaaha.

Kedua prajurit TNI tersebut mendapat tugas mengawal simbol Kerajaan Konawe dalam rangkaian prosesi pengambilan dan pengembalian duplikat Bendera Merah Putih serta naskah Proklamasi.

Kelvin menjelaskan, penunjukan peserta dilakukan berdasarkan surat perintah Mabes TNI melalui Mabes Angkatan Darat. Salah satu ketentuan penting dalam penugasan tersebut adalah peserta yang ditunjuk harus merupakan putra daerah yang memahami nilai, sejarah, serta simbol budaya yang dibawa.

“Setelah terbit surat perintah dari Mabes TNI melalui Mabes Angkatan Darat, seluruh peserta yang ditunjuk diwajibkan merupakan putra daerah yang memahami nilai dan simbol budaya yang dibawa,” ujar Kelvin, pria kelahiran Analahumbuti, Oktober 1987.

Sejak awal Agustus, Kelvin dan Jepri meninggalkan kampung halaman menuju Jakarta. Keduanya menjalani serangkaian latihan intensif dan gladi untuk mempersiapkan diri menghadapi prosesi kenegaraan tersebut.

Baca Juga:  Ketua DPRD Konut Apresiasi Instruksi Bupati Konut Dalam Mencegah Penularan Wabah Corona

“Setelah tiba di Jakarta pada 10 Agustus, para peserta mengikuti geladi kotor di kawasan Monas pada 11–14 Agustus, geladi bersih pada 15 Agustus, dan pengecekan akhir pada 16 Agustus sebelum tampil pada upacara kenegaraan,” jelas Kelvin.

Seluruh rangkaian persiapan tersebut akhirnya terbayar ketika Tombi berdiri tegak di hadapan Presiden Republik Indonesia dan disaksikan masyarakat dari berbagai penjuru Tanah Air.

“Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Tolaki dan Sulawesi Tenggara. Tidak semua kerajaan mendapat kesempatan tampil di Istana Negara. Alhamdulillah, Konawe kembali dipercaya,” ungkap Kelvin.

Menurutnya, Tombi tidak sekadar merupakan sebuah bendera kerajaan. Panji tersebut merepresentasikan sejarah panjang Kerajaan Konawe, nilai-nilai adat Tolaki, serta identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Yang kami bawa bukan nama pribadi. Kami membawa nama Konawe, nama masyarakat Tolaki,” tegasnya.

Bagi masyarakat Konawe, berkibarnya Tombi di Istana Negara bukan sekadar bagian dari seremoni peringatan HUT Kemerdekaan RI. Momen tersebut menjadi simbol bahwa sejarah dan kebudayaan Tolaki tetap hidup serta mendapat tempat di panggung nasional.

Kehadiran Tombi juga membawa pesan bahwa perubahan zaman tidak harus menghilangkan identitas budaya. Sebaliknya, warisan leluhur dapat terus dijaga dan diperkenalkan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketika Tombi berkibar di Istana Negara, yang terangkat bukan hanya sebuah panji kerajaan. Bersamanya ikut terangkat martabat Konawe, kebanggaan masyarakat Tolaki, serta semangat untuk menjaga warisan sejarah dan budaya leluhur.

“Kepercayaan yang diberikan oleh negara membuktikan bahwa Konawe, Tolaki, dan sejarahnya tetap hidup dalam bingkai Merah Putih,” pungkas Kelvin.***

Editor: Redaksi

Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
Make Image responsive
banner 120x600
  • Share